Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘cuaca di arab saudi’

Calon jamaah haji diminta mempersiapkan kondisi fisik dan mental agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik, karena di musim haji tahun ini, para jamaah kembali akan menghadapi musim dingin.

Calon jamaah haji, menurut website Informasi Haji, akan menghadapi musim dingin di Arab Saudi dalam periode tahun 1997-2014, yang berakibat tidak baik pada kondisi fisik dan mental calon jamaah haji.

Musim dingin ini diawali dengan angin yang bertiup kencang disertai badai debu yang pada puncaknya mengakibatkan suhu di kota Makkah dan Madinah dapat mencapai 2 derajat Celsius.

Musim dingin di Arab Saudi dimulai bulan Oktober dan mencapai puncaknya pada Desember-Januari serta berakhir bulan Maret. Karena itu, upaya persiapan perlu dilakukan para jamaah haji dalam rangka mengantisipasi akibat yang mungkin timbul.

Sedangkan musim panas sendiri baru dimulai bulan April dan akan mencapai puncaknya pada bulan Juli-Agustus. Suhu siang hari dapat mencapai 55 derajat celsius disertai angin panas. Selain itu kelembaban kedua musim ini sangat rendah.

Kemungkinan penyakit yang akan timbul akibat musim dingin tersebut antara lain, kulit bersisik disertai gatal, batuk dan pilek, penyakit saluran pencernaan, gangguan otot dan tulang, mimisan (keluar darah dari hidung), bibir pecah-pecah, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

Semua ini akan memperberat penyakit yang sudah diderita pada jamaah Risiko Tinggi (Risti) seperti penderita jantung, kencing manis, asma, rematik dan lainnya.

Antisipasi yang harus dilakukan jamaah haji untuk menghadapi musim dingin di Arab Saudi, meliputi: Persiapan di tanah air yakni melaksanakan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas/Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat, sehingga dapat diketahui status kesehatannya, memelihara kesehatannya bagi yang sehat, bagi yang mempunyai penyakit (risiko tinggi) harus berobat dan mengikuti anjuran dokter agar penyakit yang diderita terkontrol/lebih ringan.

Gizi cukup

Selain itu, mengonsumsi makanan yang cukup mengandung nutrien (zat gizi) sesuai dengan status kesehatannya, melakukan latihan kebugaran jasmani, mempersiapkan perlengkapan untuk dibawa ke Arab Saudi, seperti jaket/pakaian hangat, kain ihram (bagi pria) yang tebal, selimut, krem pelembab kulit juga membawa obat-obatan yang diperlukan.

Di Arab Saudi, jamaah haji diminta membiasakan minum dengan takaran 1 gelas (300 cc) setiap satu jam, walaupun tidak terasa haus atau total minuman lebih kurang 5-6 liter sehari.

Juga membiasakan diri mengonsumsi makanan yang berasal dari daging, hati, sayur-sayuran, buah-buahan seperti jeruk, apel, pisang, pir, melon, semangka dan lainnya serta minum susu setiap hari sehingga memenuhi pola makanan 4 sehat 5 sempurna.

Juga penting mengonsumsi makanan dan minuman dalam keadaan masih hangat, menghindari tubuh dari terpaan udara, cukup istirahat dan tidur lebih kurang 6-8 jam sehari serta selalu menggunakan selimut pada waktu tidur.

Bagi jamaah haji Risti agar mengkonsumsi makanan yang memenuhi kebutuhan/zat gizi, dianjurkan sesuai kondisi/penyakit yang diderita.

Jamaah juga diharapkan memakai pakaian yang sopan, rapi dan tebal serta dapat meredam pengeluaran panas dan dapat melindungi tubuh dari serangan cuaca dingin.

Jamaah diminta segera berkonsultasi atau berobat kepada dokter kloter atau petugas BPHI jika ada gejala sakit. [www.gatra.com]

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.