Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2008

Perluasan tempat sa’i (Mas’a) di Masjidil Haram Makkah tidak perlu diragukan lagi, karena berdasarkan surat keputusan (Qarar) dari Majelis Ulama Arab Saudi tentang dibolehkannya perluasan mas’a bernomor 227 tertanggal 22 Safar 1427 H bertepatan tanggal 22 Maret 2006 M.

Qarar tersebut dilaksanakan di Riyadh selama 3 hari dari 18 Safar 1427 H, berjumlah dua lembar berkop resmi Kerajaan Arab Saudi yang ditandatangani Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad Al Assyekh dan sederet tandatangan ulama lainnya sebanyak 18 tandatangan.

Pada alinea terakhir surat tersebut tertuliskan “Fa Innahu La Yajuzu Tausiuha (Maka itu dibolehkan untuk dilakukan perluasan mas’a).” Demikian bunyi surat yang dipublikasikan sejumlah situs di Arab Saudi dan ditemukan hari ini, Kamis (24/4/2008).

Perluasan mas’a tersebut menjadi tanggungjawab dan pekerjaan mulia Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam rangka memberikan pelayanan terhadap kenyamanan dan kemudahan para dhuyufurrahman melaksanakan ibadah di Masjidil Haram.

Persetujuan Khadimul Haramain Raja Abdullah Bin Abdul Aziz atas perluasan mas’a tersebut telah merujuk ke berbagai ulama Saudi dengan penuh kehati-hatian dengan syarat bahwa perluasan tidak keluar dari batas bukit Safa dan Marwa.

Beberapa situs di Arab Saudi telah memberitakan bahwa, untuk melengkapi landasan hukum perluasan mas’a dimintalah para saksi yang dulu menyaksikan posisi Safa dan Marwa berjumlah 20 saksi paling muda diantaranya berumur 70 tahun.

Berdasarkan kesaksian mereka di Pengadilan Umum Mekkah maka keluarlah keputusan yang menyatakan “para ulama benar-benar menyaksikan bahwa bukit Safa dahulu lebih terbentang ke arah timur dari posisi perluasan juga lebih tinggi, luas dan menyambung demikian juga halnya dengan bukit Marwa.”

Sesuai Blue Print dari perusahaan termasyhur Bin Laden yang melaksanakan perluasan mas’a tersebut berjumlah 4 lantai dan dibagi dua tahap, yaitu penyelesaian lantai dasar (satu) dan lantai dua sebagai penyelesaian tahap pertama dan dapat dipergunakan pada bulan Ramadhan 1429 H tahun ini.

Sedangkan penyelesaian tahap kedua yaitu lantai tiga dan lantai terakhir (empat) dilanjutkan setelah selesai musim haji 1429 H.

Pekerjaan perluasan masa’a tersebut dilakukan sejak awal bulan Safar 1428 H, sekitar 400 pekerja siang malam untuk mencapai penyelesaian tahap pertama tersebut sebelum masuknya bulan Ramadhan tahun ini.

Kesaksian mata Mas’a tetap berada pada tempatnya semula yaitu antara Safa dan Marwa dan tidak benar kalau lokasi bergeser ke lokasi yang lain yang disebut antara Gararah dan Jabal Qubais.

Dengan demikian terjawablah kabar yang terkesan simpang siur belakangan ini karena tidak ada pergeseran tempat sa’i, perluasannya sesuai hukum syar’i dan tidak diperlukan lagi pernyataan dari pihak siapapun serta tidak perlu diragukan lagi. (ary/ary) http://www.detik.com

Advertisements

Read Full Post »