Feeds:
Posts
Comments

Archive for November 3rd, 2009

Penyakit yang mungkin timbul akibat pengaruh musim dingin diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Kulit bersisik disertai gatal;
  2. Infeksi pernafasan;
  3. Penyakit saluran cerna;
  4. Gangguan otot dan tulang;
  5. Bibir pecah-pecah;
  6. Dehidrasi (kekurangan cairan);
  7. Memperberat penyakit yang sudah diderita (RESTI);
  8. Jantung, Kencing Manis, Asma dan Reumatik.

Read Full Post »

Kali ini kita akan membahas beberapa hal penting terkait masalah persiapan kesehatan jamaah haji Indonesia. Masalah ini sengaja kami tampilkan agar kita dapat mengambil manfaat dari tulisan ini. Singkat kata, mari simaklah tulisan dibawah ini, semoga manfaat besar bagi kita semuanya.

Persiapan kesehatan bagi para calon haji adalah yang sangat vital mengingat kondisi di Arab Saudi yang sangat berbeda dengan di tanah air yaitu, suhu, kelembaban udara maupun sosial budayanya. Sejumlah perbedaan kondisi itu dapat mempengaruhi bahkan memperburuk keadaan kesehatan jemaah haji.

Kesadaran yang Masih Rendah

Banyak calon haji yang belum menyadari pentingnya penjagaan kondisi sejak di tanah air hingga ke tanah suci. Padahal, jika kesadaran akan pentingnya faktor kesehatan dapat mengantarkan mereka dalam kondisi ibadah yang lebih khusuk. Faktor yang paling utama adalah pengenalan terhadap penyakit yang mungkin terjadi dan usaha pencegahannya, terutama bagi para calon haji yang telah mengidap penyakit bawaan.

Persiapan Kesehatan Calon Haji di Tanah Air

Di tanah air, pemeriksaan kesehatan para calon haji melalui beberapa tahapan yaitu:

a. Pemeriksaan Kesehatan I

Pemeriksaan dilaksanakan di Puskesmas.Dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kesehatan calon haji, apakah cukup sehat dan mampu untuk melaksanakan ibadah haji.

b. Pemeriksaan Kesehatan II

Dilaksanakan di Dinas Kesehatan Dati II Kabupaten/Kotamadya. Pada pemeriksaan II ini, dilaksanakan pemeriksaan kesehatan, penyuntikan vaksin ?meningitis? dan tes kehamilan bagi calon haji wanita Pasangan Usia Subur (PUS).

c. Pemeriksaan Kesehatan III

Dilaksanakan di Pelabuhan Embarkasi. Disamping itu di Embarkasi dilakukan pengecekkan dokumen kesehatan dan dokumen haji lainnya.

Pembinaan Kesehatan dan Gizi

Pembinaan Kesehatan melalui petunjuk bimbingan kesehatan dan pemeriksaan secara teratur dimaksudkan agar calon haji yang sehat tetap terpelihara kesehatannya, sedangkan calon haji resiko tinggi (resti) akan terkontrol penyakitnya.

Pembinaan Gizi
Menu makanan harus mengandung beberapa unsur, antara lain:

a. Karbohidrat terdapat pada nasi, roti,kentang dsb.nya
b. Protein terdapat pada daging, ikan, tahu, telur, susu dsb.nya
c. Lemak terdapat pada minyak, mentega, keju dsb.nya
d. Vitamin dan Mineral terdapat pada sayur-sayuran, buah-buahan dsb.
e. Air

Petunjuk Makanan Sehat calon Haji

a. Makanlah makanan yang beraneka ragam
b. Perbanyak makan sayur dan buah-buahan
c. Kurangi makanan yang tinggi lemak
d. Perbanyak makanan yang mengandung zat tepung seperti biskuit dan roti, dan batasi makanan manis yang mengandung gula murni

Petunjuk Makanan Penderita Kencing Manis

a. Makanlah yang cukup, secara teratur dan beraneka ragam
b. Kalori makanan disesuaikan dengan beratnya penyakit
c. Hindari makanan berupa gula pasir/merah, sirup, jeli, buah-buahan yang diawetkan dengan gula susu kental, es krim, kue manis, dodol, cake dan dendeng manis
d. Terus mengikuti petunjuk diet masing-masing

Makanan Penderita Jantung Koroner

a. Makanlah makanan yang beraneka ragam dalam jumlah dan mutu yang sesuai dengan kebutuhan tubuh
b. Jangan makan makanan yang berlemak dan gurih
c. Hindari kue-kue yang terlalu manis, sayuran yang mengndung banyak serat (kangkung) dan banyak gas (kol), cabe dan bumbu lain yang merangsang
d. Dilarang minum minuman yang bersoda, kopi the kental dan yang mengandung alkohol da batasi makanan yang mengandung garam

Makanan Penderita Tekanan darah Tinggi

a. Makanlah makanan yang beraneka ragam. Bila kegemukan kurangi makanan yang mengandung karbohidrat (nasi, jagung dll.) b. Gunakan minyak jagung, minyak wijen, minyak biji matahari untuk memasak makanan c. Makanlah sayuran dan buah-buahan segar yang banyak mengandung vitamin (jeruk, apel, pir) d. Batasi pemakaian garam

Olah Raga Kesamaptaan dan Aklimitasi

Dengan cara olah raga Aerobik dan/atau Jalan Kaki ( 3 – 5 km) secara periodik 2 – 3 kali seminggu. Selanjutnya latihan dilakukan tiap hari menjelang keberangkatan. Disamping itu diadakan latihan Aklimitasi untuk menyesuaikan dengan iklim dan suhu di Arab Saudi. Apabila diperkirakan musim haji jatuh pada musim dingin dianjurkan untuk membawa baju hangat / mantel, lipsglos dan cream untuk menghangatkan tubuh dan menghindari kerusakan kulit dan bibir pecah pecah.

Pemeliharaan Kesehatan dan Kebersihan di Perjalanan
a. Memanfaatkan perjalanan (di pesawat atau kendaraan lain) untuk istirahat sebaik-baiknya
b. Bila sakit segera menghubungi Dokter Kloter atau berobat ke Poliklinik Haji
c. Menjaga kebersihan baik di Pesawat (sekitar tempat duduk dan toilet) maupun di tempat persinggahan sementara (transit)
d. Membawa persediaan makanan, minuman, buah-buahan dan obat-obatan. (dari Arafah ke Mina bisa mencapai 6 jam, dalam kondisi biasa hanya 15 – 20 menit).

Pemeliharaan Kesehatan Selama di Arab Saudi

A. Di Jeddah

1. Saat Kedatangan

Jamaah haji yang sakit dapat memeriksakan diri di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di bandara King Abdul Aziz. Disini jamaah harus cukup beristirahat, makan dan minum secukupnya (katering sudah disediakan) sebelum berangkat ke Makkah atau Madinah.

2. Saat Kepulangan

Jamaah haji ditempatkan di Asrama Madinatul Hujjaj, disini disediakan juga Balai Pengobatan Haji Indonesia. Dianjurkan istirahat, tidur, makan dan minum secukupnya.

B. Di Makkah dan Madinah

Disini jamaah ditampung dirumah Muassasah/Maktab, dimana setiap jamaah menempati lokasi ruangan ukuran 1 X 2,5 m.

Hal-hal yang perlu diperhatikan jamaah haji:

1. Pelayanan Kesehatan diperoleh dari Dokter Kloter dan BPIH.

2. Menjaga Kebersihan Diri:

a. Mencuci Tangan sebelum dan sesudah makan
b. Mandi dan Mencuci perlu memperhatikan air yang jumlahnya terbatas. Usahakan pakaian dijemur diluar kamar untuk menghindari kelembaban yang tinggi (mengganggu kesehatan)
c. Sikat Gigi minimal 2 (dua) kali sehari setelah selesai makan. Perhatikan kebersihan Wastafel, jangan sampai air tidk mengalir karena tersumbat kotoran/sampah.
d. Tahalul (gunting rambut / bercukur) Usahakan memakai gunting rambut atau silet, pisau cukur milik sendiri untuk mencegah penularan penyakit AIDS (virus HIV).

3. Sanitasi Lingkungan

a. Ruangan harus tetap bersih, kopor dan pakaian ditata rapih dan jendela dibuka agar terjadi sirkulasi udara dan ada cahaya matahari yang masuk.
b. Kamar Mandi dan WC. Harus selalu dibersihkan, jangan membuang kertas atau sampah sembarangan yang dapat mengakibatkan air bekas mandi / cuci tidak dapat mengalir keluar.
c. Sampah dibuang pada tempat sampah yang letaknya mudah dijangkau, buanglah sampah bila sudah penuh.

4. Air Bersih / Sehat

Ciri air bersih / sehat: Tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Di Pemondokan air bersih untuk makan dan minum didatangkan dengan mobil tangki air, sebelum digunakan air harus dimasak terlebih dahulu. Selain itu dapat membeli air aqua atau mengambil air Zamzam.

5. Kebersihan Peralatan

Peralatan masak dan makan perlu dijaga kebersihannya, untuk mencegah pencemaran dan penularan penyakit.

6. Menu Makanan (harian)

a. Nasi atau roti, kentang atau mie minimal 5 gelas sehari.
b. Daging atauikan, telor, tempe-tahu, kacang-kacangan 6 – 8 potong
c. Sayuran dan buah 3 – 5 mangkok. d. Jeruk atau apel. Pepaya, semangka, melon 3 – 5 potong. e. Sari buah atau susu 2 – 4 gelas.
f. Minum air masak atau aqua 5 – 6 liter sehari atau 1 gelas air setiap jam! (Untuk mengganti air yang menguap dari tubuh dan mencegah sengatan panas / ?heat stroke?)
g. Diperlukan tambahan vitamin dan mineral.

C. Di Arafah dan Mina

Disini jamaah ditempatkan di tenda Maktab masing-masing, yang mampu menampung 10 – 20 jamaah. Sekarang , alhamdulillah dilengkapi dengan pendingin suhu disamping tersedia kamar mandi dan WC umum. Usahakan memakai masker dan memakai payung bila keluar tenda pada siang hari serta membawa air.

Penyakit yang sering diderita Jamaah Haji

1. Sengatan Panas (Heat Stroke)

Disebabkan oleh:

a. Penumpukan panas yang berlebihn di dalam badan.
b. Suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh, dengan kelembaban udara rendah, maka penguapan keringat sangat besar, diikuti timbulnya panas tubuh.
c. Jamaah terlalu lelah atau terkena sinar matahari secara langsung.

Jenis penyakit Sengatan Panas:

a. Heat Exhaustion (Lelah Panas)

Gejalanya sama dengan gejala dehidrasi (kekurangan zat cair ringan): – Kulit kering – Haus dan Pusing – Lelah, mual, nafsu makan menurun

b. Heat Cramp (Kejang Panas)

– Tingkat lebih lanjut dari Heat Exhaustion – Suhu badan naik (sampai 38 ? 39? C) – Kejang otot (otot extremilasi otot betis)

c. Heat Stroke

Stadium ketiga dari sengatan panas , merupakan keadaan gawat namun reversible, dengan gejala: – Hyperpirexia (suhu rectal 40? atau lebih) – Kulit kering, kadang-kadang berkeringat – Berbicara tidak menentu (mengigau) – Kesadaran bisa menurun hingga koma

Cara menghindari Sengatan Panas

a. Tidak berada diterik matahari langsung, antara pukul 10.00 s/d 16.00
b. Keluar kemah/rumah terutama pada siang hari, harus memakai payung dan berbekal minuman
c. Minum setiap hari paling sedikit 5 – 6 liter atau 1 gelas setiap jam. Jangan menunggu sampai haus
d. Jangan menahan buang hajat besar atau kecil
e. Usahakan kondisi badan tetap segar, cukup istirahat dan tidur 6 – 8 jam sehari semalam
f. Pakailah pakaian yang agak longgar dan sedapat mungkin berwarna putih g. Makanlah buah-buahan segar, seperti jeruk, apel, pier dsb.

2. Meningitis (Radang Selaput Otak)

Penyakit ini menular dan disebabkan oleh kuman ?meningokoccal?, yang cepat berkembang pada suhu tinggi atau rendah seperti di Arab Saudi.

Faktor-faktor pencetus terjangkitnya penyakit ini:

a. Daya tubuh lemah
b. Tinggal di tempat yang padat
c. Bergaul langsung dengan penderita, atau kontak langsung melalui air ludah, dahak,ingus dan debu.

Tanda-tanda dan gejala:

a. Panas mendadak
b. Sakit kepala
c. Perut mual dan muntah
d. Bicara tidak menentu (mengigau)
e. Kaku kuduk

Pencegahan Meningitis:

a. Vaksinasi Menangitis
b. Kebersihan diri dan lingkungan
c. Menghindari tempat yang terlalu padat
d. Pengobatan propilaksis dengan sulfadiazine atau rifampycin

3. Penyakit Lain Jamaah Haji

a. Influenza, Penyebab: Virus,Penularan: Melalui udara, pernapasan
b. Radang Tenggorokan (Pharingitis), Penyebab: Bakteri Virus, Penularan: Melalui udara. pernapasan.
c. Radang Cabang Tenggorokan (Bronchitis), Penyebab: Bakteri Virus, Penularan: Melalui percikan dahak batuk, udara.
d. Radang Paru-paru (Pneumonia), Penyebab: Basil atau Virus, Penularan: Melalui udara pernapasan, percikan ludah.
e. Desentri, Penyebab: Basil, Amuba, Penularan: Melalui makanan/minuman yang tercemar kuman. f. Kholera, Penyebab: Vibrio kholera, Penularan: Melalui makanan/minuman
g. Typhus, Penyebab: Basil Typhus, Penularan: Melalui makanan/minuman.(iis,http://pusdiknakes.or.id)

Read Full Post »

Kebanyakan calon jamaah haji yang belum pernah ke Tanah Suci, sebelumnya membayangkan bahwa Arab Saudi itu hanyalah padang gersang dan panas. Anggapan itu tak seluruhnya salah, sebagian besar daratan Arab Saudi adalah padang pasir. Tapi soal panas? Nanti dulu.

Sebenarnya, di Arab Saudi ada dua musim, yakni musim panas dan musim dingin. Musim panas biasanya dimulai pada bulan April hingga Agustus. Pada musim ini sinar matahari sangat terik. Suhu udara pada siang hari bahkan bisa mencapai 55 derajat celsius.

Sedangkan musim dingin biasanya berlangsung mulai Oktober hingga Maret. Puncak musim dingin justru terjadi pada musim haji, yakni sekitar Desember hingga Januari.

Hingga tahun 2014 nanti jamaah haji akan mengalami musim dingin di Arab Saudi. Bagi jamaah yang berasal dari daerah yang mengalami musim dingin, suhu di Tanah Suci nanti tak akan menjadi persoalan. Namun bagi jamaah asal Indonesia, suhu yang kadang bisa mencapai dua derajat celcius di Tanah Suci akan menjadi kendala tersendiri.

Serangan dingin akan dialami jamaah baik di Jeddah, Madinah, dan juga Makkah. Kelembaban udara rendah. Angin bertiup kencang dan kering, tapi dingin menusuk tulang. Kondisi itu sangat terasa pada pagi hari dan malam hari.

Untuk menghadapi kondisi dingin di Tanah Suci nanti, sebaiknya calhaj mempersiapkan diri sejak sebelum keberangkatan. Sangat baik jika sejak awal calhaj mengetahui kondisi kesehatannya sebelum berangkat. Dengan begitu bisa mengantisipasi keadaan dingin nantinya.

Keluhan yang banyak dialami jamaah karena hawa dingin di Tanah Suci antara lain, batuk, pilek, bibir pecah-pecah, mimisan, kulit bersisisik, dan gatal-gatal. Selain itu hawa dingin juga berpengaruh pada mereka yang sejak awal termasuk dalam jamaah risiko tinggi (risti). Misalnya sakit jantung, hipertensi, dan lainnya.

Persiapan di Tanah Air dapat dilakukan dengan berolah raga dan makan teratur. Berbeda dengan ibadah lainnya, ibadah haji banyak diisi dengan kegiatan fisik. Tiap hari jamaah harus berjalan jauh menuju dan pulang masjid. Juga saat tawaf, sai, dan melempat jumrah. Antre dan berdesakan keluar masuk masjid juga membutuhkan banyak energi. Karena itu fisik memang harus prima. Sebelum berangkat ke Tanah suci biasakan lari pagi, atau minimal jalan-jalan sesudah Shalat Subuh.

Jangan lupa juga membawa perlengkapan yang bisa menahan dingin seperti jaket, kaus kaki, dan penutup kepala. Banyak jamaah haji Indonesia yang membawa sarung dan sebo (penutup kepala sampai leher, yang terbuka hanya bagian muka). Ini juga ampuh untuk menahan dingin.

Obat-obatan juga diperlukan. Misalnya obat batuk dan pilek atau anti masuk angin. Untuk menghindari kulit bersisik dan bibir pecah, jangan lupa membawa krim pelembab. Madu juga bisa dipakai untuk menghindari bibir pecah-pecah. Caranya dengan mengoleskannya di bibir.

Udara di Madinah lebih dingin dibandingkan di Makkah. Pada saat Subuh udara sangat menusuk, karena itu sebaiknya berangkat ke masjid lebih cepat, sebab jika tak kebagian tempat dan terpaksa shalat di pelataran masjid, dingginnya akan sangat menyiksa.

Pada siang hari, suhu relatif agak hangat. Namun jamaah tetap harus menghindari sinar matahari langsung. Dehidrasi bisa terjadi tanpa disadari. Untuk menghindarinya jamaah sebaiknya memperbanyak mimum air putih. Air zam-zam bisa mudah di dapat di masjid. Sebaiknya jamaah membawa tempat minum untuk persiapan.

Jika ada keluhan kesehatan sebaiknya langsung menghubuingi dokter atau petugas kesehatan. Tapi lebih baik lagi kalau dari Tanah Air kita juga sudah mempersiapkan obat-obatan untuk keperluan pribadi.

Di Makkah hawa dingin akan sangat terasa saat jamaah berada di Mina, Muzdalifah, dan Arafah. Karena itu jamaah hendaknya betul-betul mempersiapkan diri dengan kondisi di tempat ini. Sebaiknya sebelum wukuf, mengurangi kegiatan yang tak perlu sehingga kondisi badan bisa tetap prima.

Makanan tak kalah penting, harus benar-benar diperhatikan.’Makan pakai otak jangan pakai hati’. Itu nasihat yang sering diberikan kepada para jamaah haji. Nasihat itu artinya kita harus tetap makan, kendati makanan di Tanah Suci nanti tak sesuai dengan selera lidah. Jangan gunakan hati untuk menilai makanan itu enak atau tidak, tapi gunakanlah otak, bahwa jika tak makan maka kesehatan kita akan terganggu. Jangan sampai karena masalah makan perjalanan haji kita jadi berantakan. (Republika Online)

Read Full Post »