Feeds:
Posts
Comments

Archive for December 19th, 2009

Di bawah ini sekilas kisah tentang “Oleh-oleh haji”, Anda perlu mengetahuinya, jangan sampai terkecoh membelinya untuk oleh-oleh haji, padahal di negeri kita produk tersebut sangat banyak dan murah harganya. Selamat menikmati.

Produk Cina Banjiri Super Mall di Madinah

Jangan heran, kalau anda memasuki sejumlah super mall di Madinah, akan menjumpai sejumlah barang produk Cina terpajang di etalase mereka. Mulai dari perkakas, beragam pakaian, sepatu, jam tangan, hingga produk elektronika. Harga produk Cina, seperti pakaian, jaket dan sepatu sangat terjangkau, dengan pilihan model yang sangat beragam.

Banjir produk Cina ternyata merata di sejumlah pusat belanja di Madinah, seperti Al Rashed Mega Mall, Al Noor Mall, Hyper Panda, Al Badar Mall, Al Madina Mall, Taiba Mall, Bin Dawood, Al Salam Plaza, Al Hasan Mall, dan Barakat Shopping Centre di Sultana St.

Kaos-kaos produk Cina dijual dengan harga 10-15 riyal, Tshirt dibandrol 15-50 riyal. Jaket dan baju dengan harga 50-110 riyal dengan kualitas yang lumayan bagus. Sepatu produk Cina berharga 35-110 rilyal.

Kalau kita mengunjung pusat belanja yang terkenal menjual barang “branded” pun, jangan sampai terkecoh. karena mereka menjual produk merk yang sama namun asal negeri Cina. Sejumlah pakaian, kaos dan celana bermerk Giordano dijual per potong hanya 40-50 riyal after discount.

Begitu juga produk sepatu bermerk, seperti Clark, Adiddas, Nike, Cats, Mizuno dan Reebok, hampir sebagian besar diproduk oleh Cina, Vietnam, Thailand, Indonesia, dan Brazilia, yang harganya relatif lebih murah. Sepatu Clark produk England di bandrol pada kisaran harga 270-370 riyal.

Perkakas rumah tangga, di swalayan Bin Dawood dan Carrefour pun, hampir sebagain besar merupakan produk Cina. “Hanya produk makanan, kosmetik , parfum dan obat-obatan yang bukan produk Cina,” kata Syamsul petugas Temus PPIH Madinah.

Banjirnya barang-barang produk Cina di Arab Saudi, kata Syamsul, mulai trerasa sejak tahun 2004. “Mereka juga memperoduk tasbeh, sajadah, topi, tas dan karpet yang banyak dibeli jemaah haji untuk oleh-oleh,” ucap Syamsul.

Bahkan sejumlah hand phone produk Cina, banyak beredar di pasaran Saudi dengan harga yang relatif lebih murah dengan type dan merk yang banyak digandrungi pembeli.

Berbelanja barang “branded” di Arab Saudi, seorang pembeli harus memiliki kejelian yang luar biasa. Jadikanlah panduan situs-situs belanja terkenal seperti http://www.ebay.com, http://www.amazon.com, shopping.yahoo.com, dan situs belanja di tanah air http://www.glodokshop.com. (ts)

Read Full Post »

Hj.Ngadirah Pulang Dengan Kaki Digips

Menjelang kedatangan jamaah haji kloter 46 asal Kota Semarang, Yeni asal Mrican Semarang nampak gelisah, bahkan sebelumnya dia berkali-kali telepon ke asrama untuk mengetahui jam kedatangan kloter tersebut. Dia mendapatkan izin masuk asrama untuk menjemput karena ibunya menderita sakit akibat kecelakaan di Makkah. Karuan saja, saat jamaah yang ditunggu-tunggu memasuki asrama dengan ambulan dia langsung mendekat. Pelukan dan tangisan haru Yeni dan beberapa kerabatnya menyambut Hj. Ngadirah ( 69 ) begitu keluar dari ambulan.

Kabar peristiwa kecelakaan yang menimpa ibunya sudah diterima beberapa hari sebelum kloter tiba di Solo. Jamaah haji asal warga Jl.Cerme II/1 Mrican Semarang yang masih dalam keadaan digips kaki kanannya menuturkan, kecelakaan yang menimpa dirinya terjadi 4 Desember pukul 13 WAS atau empat hari sebelum berangkat menuju Madinah untuk melaksanakan ibadah arbain. “Saya tertabrak mobil di depan maktab daerah Syisyah sepulang sholat di Masjidil Haram,” jelasnya ketika tiba di asrama haji Donohudan Boyolali Jumat (18/12) pukul 20.05 WIB.

Setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit Makkah, dia dinyatakan fraktur (retak) pada persendian kaki kanan dan harus digips paling tidak selama satu setengah bulan. Namun ketika rombongan akan menuju ke Madinah,Senin 7 Desember, dia bersikeras untuk ikut jamaah meski harus menggunakan penyangga (kruk) dan mengajukan permohonan perawatan di Indonesia saja. “Tidak seberapa sakitnya mas, tetapi karena sudah umur, ya repot juga mengunakan kruk ini,” katanya beralasan.

Sebenarnya Satgas PPIH Solo Bidang Kesehatan akan merujuk Hj.Ngadirah ke RS Muwardi Solo, namun pihak keluarga yang menjemput merasa keberatan dan memintanya akan dirawat di Semarang. “Lebih baik dirawat di Semarang saja, karena dekat dengan keluarga , meski fasilitas gratis selama 7 hari menjadi hilang,” ujar Yeni

Hingga kloter 47 asal Kudus yang mendarat di bandara Adisumarmo Solo Sabtu (19/12) pukul 12.47, jamaah asal Debarkasi Solo yang sudah kembali ke tanah air sebanyak 17.754 orang, dan jamaah wafat sebanyak 55 orang.(Achmad Suaidi)


Read Full Post »