Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Ilmu’ Category

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ichwan Sam, mengatakan, pihaknya pada dua hari lalu sudah mengeluarkan fatwa bahwa hanya dua vaksin meningitis yang halal, yakni vaksin meningitis produksi Novartis dari Italia dan Tian Yuan dari Cina. Sementara, vaksin meningitis produksi Glaxo dari Belgia dinyatakan haram.

“Dua hari yang lalu MUI telah memutuskan bahwa vaksin meningitis yang digunakan untuk jamaah haji yang selama ini haram telah diputuskan dua yang kemudian, yang pertama produksi dari Novartis Italia dan yang kedua produksi Tian Yuan Cina dinyatakan halal dan telah melalui penelitian,” kata Ichwan di Kantor Presiden, Senin (19/7).

Ichwan menyampaikan hal itu usai mendampingi pimpinan MUI bersilaturahim dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ichwan mengatakan, fatwa tersebut sebenarnya baru akan diumumkan MUI kepada publik pada Selasa (20/7). Namun, kata dia, Presiden sudah mendapatkan bocoran tentang fatwa itu dan Presiden menyambut baik.

Ichwan menjelaskan, ada tiga perusahaan yang mengajukan produk meningitis. Dari tiga yang diajukan itu, satu produk dari Glaxo asal Belgia dinyatakan haram karena mengandung babi. “Dua dipastikan tidak mengandung babi, yang Glaxo mengandung babi, setelah dilakukan pemeriksaan,” kata Ichwan.

Menurut dia, fatwa MUI ini akan mulai dilaksanakan pada pelaksanaan haji 2010 ini. Dia mengetahui bahwa pemerintah sudah memesan vaksin dari Glaxo, tapi vaksin tersebut tetap tidak bisa digunakan karena haram. “Tapi itu bagian daripada cost, tadi Presiden mengatakan, pemerintah tidak menggunakan itu,” kata dia.(Rep/ts)

Read Full Post »

Para pembaca rahimakumullah, semoga Allah Subhanallahu wa Ta’ala memudahkan kita semua dalam melaksanakan semua perintah-perintah-Nya, termasuk dalam menunaikan ibadah puasa Ramadhan tahun ini.

Bulan Ramadhan adalah suatu kesempatan emas bagi kaum muslimin untuk meraih berbagai pahala, karena di bulan Ramadhan banyak ibadah yang bisa dilaksanakan disamping ibadah puasa itu sendiri.

Di sisi lain, di bulan Ramadhan kaum muslimin diberi kemudahan oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala untuk melaksanakan berbagai ibadah, karena para setan pada bulan ini dibelenggu, terkhusus setan yang sangat durhaka. Sehingga nampak semarak berbagai kebaikan, dan sebaliknya kejelekan berkurang. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Apabila Ramadhan telah tiba, maka dibukalah pintu-pintu Al Jannah (surga), dan ditutup pintu-pintu An Nar (neraka), serta para setan dibelenggu.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda:

“Telah datang kepada kalian Ramadhan yaitu bulan yang diberkahi, pada bulan tersebut Allah mewajibkan atas kalian puasa, pada bulan tersebut dibuka pintu-pintu langit dan ditutup pintu-pintu neraka Jahannam serta dibelenggu para setan yang durhaka, di bulan itu juga Allah mempunyai satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak mendapatkan kebaikannya maka telah diharamkan (kebaikan baginya).” (HR. An Nasa’i)

Amalan-amalan ibadah di bulan Ramadhan

Banyak ibadah yang diperintahkan atau dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Ramadhan. Di antara ibadah-ibadah tersebut adalah:

1. Shaum (puasa)

Puasa adalah salah satu rukun dari rukun-rukun Islam. Sehingga tidak sepatutnya seorang muslim melalaikan apalagi meninggalkannya.

Puasa juga mengandung sekian keutamaan bagi siapa yang melaksanakannya dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Dia juga memperhatikan syarat-syarat dan adab-adabnya.

Di antara keutamaan puasa adalah:

1. Sebagai sebab diampuninya dosa yang telah lalu

Hal ini sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala hanya dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

2. Shaum (puasa) membentengi pelakunya dari An Nar (Neraka)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Sesungguhnya Shiyam (puasa) sebagai benteng, dengannya seorang hamba dapat membentengi dirinya dari An Nar (neraka). Dia (puasa itu) untukku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Ahmad no. 14727)

3. Shaum mengantarkan (pelakunya) ke dalam Al Jannah (Surga)

Shahabat Abu Umamah radliyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang dengan amalan tersebut aku bisa masuk Al Jannah (surga)!” Beliau ` bersabda: “Wajib bagimu untuk berpuasa, (karena) tidak ada yang sebanding dengannya.” (HR. An Nasa`i, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

4. Orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala tanpa hisab (perhitungan)

5. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu bahagia ketika berbuka dan ketika bertemu Allah diakhirat.

6. Bau mulut orang yang berpuasa lebih baik bagi Allah Subhanallahu wa Ta’ala daripada aroma misik (kesturi)

Hal tersebut di atas sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Setiap amalan Bani Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali kebaikan sampai dengan tujuh ratus kali lipat. Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman: “Kecuali shaum (puasa). Maka sesungguhnya ia (puasa) untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya; dia (hamba) meninggalkan syahwat dan makannya karena Aku. Dan bagi orang yang puasa ada dua kebahagiaan yaitu ketika berbuka dan bertemu Rabbnya. Dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi Allah daripada aroma misik.” (HR. Muslim no. 1945)

7. Shaum (puasa) dan Al Qur’an memberi syafa’at (dengan izin Allah) bagi pelakunya

Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Shiyam (puasa) dan Al Qur`an keduanya memberi syafa’at bagi hamba pada hari kiamat. Shaum berkata: “Wahai Rabbku aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at padanya.’ Dan Al Qur`an berkata: “Aku telah mencegahnya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at padanya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam melanjutkan: “Maka keduanya (shaum dan Al Qur`an) diizinkan untuk memberi syafa’at.” (HR. Ahmad no. 6337)

8. Pintu Al Jannah (surga) “Ar Rayyan” dikhususkan bagi orang-orang yang berpuasa.

Termasuk salah satu keutamaan shaum (puasa) Ramadhan, Allah Subhanallahu wa Ta’ala jadikan bagi mereka yang berpuasa pintu khusus untuk mereka di Al Jannah (surga) yang diberi nama Ar Rayyan. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat Sahl bin Sa’d radliyallahu ‘anhu, beliau ` bersabda:

“Sesungguhnya di Al Jannah (surga) ada sebuah pintu yang disebut Ar Rayyan. Pada hari kiamat kelak orang-orang yang berpuasa akan memasuki Al Jannah melalui pintu ini. Tidak seorang pun selain mereka masuk melalui pintu ini. Dikatakan (kepada mereka): ‘Di mana orang-orang yang berpuasa?’, maka mereka bangkit (dan masuk). Tidak seorang pun selain mereka masuk melalui pintu ini. Ketika mereka telah memasukinya, ditutuplah pintu tersebut, maka tidak seorang pun bisa memasukinya.” (HR. Al Bukhari no. 1763 dan Muslim no. 1947)

Dalam riwayat yang lain: “Maka apabila telah masuk orang terakhir dari mereka, ditutuplah pintu tersebut. Dan barangsiapa yang masuk dia akan minum dan barangsiapa minum, maka tidak akan pernah haus selamanya.” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1903)

2. Shalat Tarawih

Di antara ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, terkhusus di bulan Ramadhan, adalah shalat tarawih. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa menegakkan shalat (Tarawih) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala hanya dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dan yang lebih utama, shalat tarawih dilaksanakan secara berjamaah menurut mayoritas ulama, seperti Al Imam Asy Syafi’i, Al Imam Abu Hanifah, Al Imam Ahmad, sebagian ulama Malikiyah, dan yang lainnya. (Lihat Syarah Shahih Muslim).

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Sesungguhnya barangsiapa mendirikan shalat bersama imam (secara berjamaah) hingga selesai ditulis baginya seperti shalat semalam suntuk.” (HR. At Tirmidzi)

3. Qira’atul Qur’an (membaca Al Qur’an)

Hendaknya orang yang sedang menunaikan ibadah puasa menyibukkan dirinya dengan ibadah-ibadah yang lainnya, seperti dzikir, qira’atul Qur’an, shadaqah, dan berbuat baik kepada orang lain. Demikianlah yang dicontohkan oleh junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, sebagaimana dikisahkan oleh Ibnu ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma:

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam adalah manusia yang paling bersemangat terhadap kebaikan. Dan (beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam) lebih bersemangat (dibanding biasanya-pen) ketika Malaikat Jibril ‘alaihissalam datang menemuinya di bulan Ramadhan. Dan Malaikat Jibril ‘alaihissalam biasa menemui beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam di setiap malam selama bulan Ramadhan hingga akhir bulan. Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam membacakan kepadanya Al Qur`an. Maka ketika Jibril ‘alaihissalam menemuinya, Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam lebih bersemangat terhadap kebaikan (lebih kencang) daripada angin yang berhembus.” (HR. Al Bukhari no. 1769)

Bulan Ramadhan disebut juga Syahrul Qur’an (bulan Al Qur’an), karena di bulan tersebut Al Qur’an diturunkan. Maka perbanyaklah membaca Al Qur’an sambil merenungi kandungannya, serta tanamkan di hati bahwa dirinya sedang membaca Kalamullah (firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala).

4. Memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa

Kaum muslimin rahimakumullah, seorang muslim yang diberi keutamaan oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala dari sisi rizki hendaknya memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk membantu saudaranya yang kekurangan, walaupun sekedar memberi makanan berbuka untuk mereka, karena keutamaan memberi makanan berbuka orang yang berpuasa sangat besar nilainya di sisi Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Barangsiapa memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Akan tetapi bukan berarti dirinya tidak mengapa meninggalkan puasa (tidak berpuasa), cukup memberi makanan berbuka sudah mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa, maksudnya bukan demikian. Semoga Allah Subhanallahu wa Ta’ala menerima amalan-amalan kita dan mengampuni dosa-dosa kita semua. Amin Ya Mujibas Sailin.

Wallahu A’lam Bishshawab

(Sumber Buletin Islam Al Ilmu Edisi No: 33 / VIII / VIII / 1431, http://www.assalafy.org/mahad/?p=527)

Read Full Post »

Tips Nyaman Beribadah Haji :

  • Jangan tergantung pembimbing
  • Mantapkan tata cara berhaji
  • Hafalkan doa-doa
  • Buat kelompok kecil

Tips Manasik Haji

Tips Tawaf dan Sa’i :

  1. Hafalkan do’a-do’a singkat, jangan disibukkan dengan catatan
  2. Berangkat dalam rombongan
  3. Makan sebelum berangkat
  4. Buat kelompok kecil
  5. Sepakati lokasi pertemuan
  6. Hindari waktu padat
  7. Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat
  8. (sumber http://www.republika.co.id)

Tips Mencium Hajar Aswad :

  1. Ambil waktu yang kondisi sekitar ka’bah tidak terlalu padat
  2. Pastikan fisik kuat
  3. Jangan bawa barang berharga
  4. Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat
  5. Jangan gunakan joki
  6. Tidak lama-lama
  7. Hindari menyakiti sesama jamaah
  8. (sumber http://www.republika.co.id)

Tips Pelaksanaan Ibadah Haji

Tips Masuk Masjid Agar Tidak Tersesat :

  1. Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat
  2. Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya
  3. Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat.
  4. Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama.
  5. Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu.
  6. Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.
  7. Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.
  8. (sumber http://www.republika.co.id)

Tips nyaman beribadah :

  1. Jangan tergantung pembimbing
  2. Mantapkan tata cara berhaji
  3. Hafalkan doa-doa
  4. Buat kelompok kecil
  5. (sumber http://www.republika.co.id)

Tips Agar Tidak Tersesat :

Setiap tahun selalu ada saja laporan jamaah yang tersesat. Untuk itu perlu dicoba tips-tips berikut ini:

  • Hafalkan Lokasi sebelum keluar maktab
  • Hafalkan maktab Anda serta cacat juga nomor telepon dan atau alamat pondokan Anda
  • Bawalah catatan tersebut setiap meninggalkan pondokan.

Sabar, Sabar, dan Sabar

Sabar, sabar, dan sabar. Itu tiga nasihat yang sering diberikan pembimbing kepada calon jamaah haji sebelum berangkat Tanah Suci.Pada kenyataannya memang calon jamaah haji harus punya persediaan segunung kesabaran untuk menghadapi keadaan yang sering di luar perkiraan semula.

Kesabaran calon jamaah sudah diuji saat berada di asrama haji atau bahkan saat keberangkatan. Kemacetan menuju asrama, pemeriksaan yang bertele-tele, sulitnya bertemu dengan keluarga sangat mungkin terjadi. Pemeriksaan dokumen kadang memerlukan waktu berjam-jam. Makanan di asrama belum tentu sesuai selera. Belum lagi kadang barang-barang yang masih diperlukan di asrama sudah telanjur masuk dalam koper besar.

Tips Mengambil gambar selama di Tanah Suci:


1. Fotolah yang Anda suka selain makhluk bernyawa (manusia dan hewan yang ada disana), untuk mengetahui hukumnya silahkan klik disini dan disini.

2. Lihatlah aturan yang tertulis tentang kamera atau foto disetiap tempat yang dikunjungi, biasanya akan terlihat dengan jelas. Pada umumnya petugas yang ada akan melarang, karena mayoritas jemaah haji yang membawa foto menggunakan kamera untuk memfoto dirinya atau rekan-rekannya.

3. Foto bukanlah hal yang penting, karena yang terpenting adalah terpeliharanya diri kita dari hal yang dilarang oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Panduan di Masjid Quba :

  • Saat akan memasuki bagian dalam masjid, sebaiknya memperhatikan petunjuk di dinding luar masjid. Itu adalah penunjuk pintu masuk yang dikhususkan bagi jamaah laki-laki atau perempuan. Akan terpampang pada sebuah plakat yang ditempelkan ke dinding pintu masuk untuk jamaah laki-laki maupun perempuan.
  • Tidak diperbolehkan mengambil gambar.
  • (sumber http://id.wikipedia.org)

Read Full Post »

Bus menunggu jamaah haji…..

Read Full Post »

Indahnya………

Kapan kembali???

Read Full Post »

Gambar 1. Tempat Wudlu Gate 21

Jangan kaget bila Anda  masuk ruang tempat wudlu ini, kenapa?

Gambar 2. Tempat wudlu lama sekitar Gate 4-8

Bila Anda mendapat ruang tunggu di sekitar Gate 4-8, ruang wudlu yang akan Anda dapati sangat familier sebagaimana keadaan di Indonesia.

3. Gambar Kloset/WC di Bandara KAAI


Dengan keadaan WC di atas tanpa yang tanpa bak, ember, juga gayung, jangan sampai membuat Anda panik, manfaatkan saja. Jika membutuhkan air, tingggal putar kran secukupnya lalu arahkan selang sesuai kebutuhan. Adapun untuk menyiramnya silahkan lihat gambar dbawahnya.

Gambar 4. Tampungan Air

Cara menggunakan tampungan air untuk menyiram sangat mudah, tarik gantungan pada tali tampungan (lihat tanda panah) ke bawah, air akan mengalir ke arah kloset.

Gambar 5. Tempat Mandi = Bukan Tempat BAB

Yang perlu diperhatikan bila Anda menggunakan fasilitas ruang WC maupun wudlu di bandara adalah:

1. Kran Wudlu pada gambar 1. jangan diputar tapi ditekan, air akan segera keluar.

2. Jangan bingung bila tiba-tiba air wudlu mendadak mati, tekan saja kembali,  maka air pun akan mengalir kembali.

3. Jangan bingung untuk matikan kran, biarkan saja, karena secara otomatis kran akan menutup dan air pun berhenti mengalir.

4. Agar tidak terpeleset, berhati-hatilah saat naik dan turun tempat wudlu.

5. Waspada barang pribadi hilang, jangan tinggalkan apapun baik di WC maupun tempat wudlu, karena yang masuk ke dalam ruang ini tidak hanya jamaah haji Indonesia.

6. Jangan buang hajat atau BAB pada tempat mandi (gambar 5). Kasihanilah jamaah lainnya

7. Jaga barang saat masuk WC, karena sangat sering HP, dompet, atau benda penting lainnya terjatuh dan masuk kedalam lubang kloset. Kalau sampai terjadi??? Mana tahan….

Read Full Post »

Ini adalah salah satu pengalaman pahit yang dapat terjadi saat Anda berhaji, pada setiap tahunnya hampir selalu ada dan menimpa jemaah haji Indonesia. Paspor Hilang saat jadwal kepulangan tiba di hadapan Anda. Untuk itu perhatikanlah beberapa Tips agar Anda tidak mengalaminya.

1. Simpanlah selalu surat-surat penting Anda, khususnya Paspor di dalam tas kecil yang selalu Anda bawa saat di Tanah Suci.

2. Pastikan untuk memasukkannya kembali kedalam tas tersebut, apabila Anda mengeluarkannya karena suatu kebutuhan.

3. Jangan sekali-kali menitipkan Paspor Anda kepada siapapun, termasuk teman dekat ataupun keluarga (bila keluarga Anda sakit di tanah suci sementara jadwal kepulangan Anda telah menanti, ini tentu akan merepotkan)

4. Jangan sekali-kali mengeluarkan Paspor tanpa sebab yang penting, misalnya sekedar melihat-lihat atau semisalnya.

5. Pisahkan/khususkan tempat Paspor, jangan sampai dicampur dengan dompet atau disimpan bersama uang Anda, walaupun dalam tas kecil khusus yang Anda miliki, karena kemungkinan jatuh saat mengambil uang sangatlah besar.

6. Jangan simpan tas Anda yang berisi Paspor sembarangan, misalnya di tempat wudlu, wc, meja makan di restouran, kursi bis saat menuju bandara, atau selainnya, pastikan tas selalu tergantung di tubuh Anda. Ini lebih membuat Anda aman dari kemungkinan tertunda pulang sesuai jadwal.

7.Segera masukkan Paspor Anda ke dalam tas Anda sesaat setelah Paspor Anda terima. Jangan biarkan Paspor tetap ditangan, karena bisa jadi Anda lupa kemudian.

8. Mohonlah selalu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar seluruh perjalanan haji Anda lancar dari awal keberangkatan hingga tiba kembali di Tanah Suci.

********************************

Paspor Hilang Pasutri Tertahan Di Jeddah

Berikut salah satu kisahnya yang terjadi pada tahun ini,  haji 1431H,semoga menjadi peringatan untuk kita semua. Semoga Anda menjadi haji yang Mabrur.

Pasangan suami isteri Mursyid bin Mohari (63) dan Mustamiroh binti Taslim (56) asal Pancur Mayong Kabupaten Jepara wajahnya nampak berbinar-binar saat menginjakkan kakinya di bandara Adisumarmo Solo Ahad (13/12) pukul 06.50 bersama jamaah haji kloter 31 asal Purbalingga

Pasalnya kedua jamaah haji yang semula tergabung kloter 29 harus tertahan di bandara King Abdul Aziz Jeddah dan tidak bisa pulang bersama kloternya lantaran Mustamiroh tidak dapat menunjukkan paspornya kepada petugas haji saat memasuki bandara Jeddah.

Petani asal Jepara ini tentu saja sangat bingung saat mengetahui dirinya tidak diperbolehkan pulang bersama teman-temannya satu daerah. Untungnya sang suami juga masih setia menemani dan tidak ikut pulang mendahului. Mengingat jam keberangkatan kloter 29 sudah mepet sehingga petugas kloter menyerahkan keduanya kepada petugas haji Indonesia yang bertugas di Jeddah untuk dibantu proses kepulangannya

Menurut TKHI Kloter 29 Tri Mukain, sebenarnya paspor sudah dibagikan kepada seluruh jamaah haji di bus saat dalam perjalanan dari pemondokkan di Jeddah menuju bandara. Hanya saja, saat itu Mustamiroh dalam kondisi mutah-mutah akibat masuk angin. “Kemungkinan karena tidak segera dimasukkan dalam tas dokumen, paspornya jatuh di bus,” jelas Tri kepada Humas PPIH Solo

Rupanya nasib baik masih ada dipihaknya, lantaran paspornya ditemukan crew bus ketika perjalanan kembali ke pemondokan dan diserahkan kepada petugas haji asal Indonesia di sektor bandara Jeddah, namun pesawat kloter 29 keburu sudah terbang ke Indonesia sehingga kepulangannya diikutkan kloter 31.

Hingga kloter 32 asal Purbalingga dan Kota Surakarta yang tiba pukul 11.29 WIB, jamaah haji yang sudah kembali melalui bandara Solo sebanyak 12.102 orang, sedangkan yang wafat sebanyak 49 orang termasuk dua orang dari kloter 31 dan 32, yaitu Mucharji Achmad bin Moch Thoyib (71) asal Metenggeng Bojongsari Purbalingga dan Atmini binti Basrowi (64) asal Gumiwang Kejobong Purbalingga.(Achmad Suaidi)

*********************************

Hilang Paspor, Sofyan Tertunda Kepulangannya

Sofyan Efendi Hasibuan,dari kloter 15 Medan, kepulangannya ke Indonesia dari Madinah tertunda, karena paspornya hilang di bandara Amir Muhammad Abdul aziz Madinah.

Sofyan Efendi Hasibuan seharusnya berangkat, Minggu (20/12) dini hari, pukul 2.35 waktu Arab Saudi ke Indonesia bersama istrinya Eliana Natra Lubis, dengan kloter 15 embarkasi Medan, karena paspornya hilang, terpaksa kepeulangannya ditunda ke tanah air.

Saat ditemui di ruang pelayanan kedatangan dan pemulangan jemaah haji Daker Madinah, Sofyan mengaku, baru tahu paspornya tidak ada, ketika akan dilakukan pemeriksaan imigrasi Bandara Madina. “Saya tidak tahu ke mana paspor saya, sementara istri saya sudah berangkat dengan Kloter 15 MES, katanya sudah sampai di Polonia Medan.”

Pegawai Dinas Pendapatan Pemerintah Kota Medan ini, baru akan diberangkatkan dari Madinah Senin (21/12, sekitar pukul 13.55 waktu Arab Saudi, dengan kloter 16 Medan. Sofyan Efendi Hasibuan, tinggal di jalan Prof. H. Muhammad Yamin Gang Klamer No. 3 Medan.

Jemaah haji yang kehilangan paspor, sudah empat orang, tiga di antaranya sudah pulang ke tanah air, setelah dbuatkan surat laksana paspor sebagai paspor sementara. Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Pemulangan Haji Daker madinah Nurchalis mengatakan, proses pengurusan paspor yang hilang di Arab Saudi, tidak, terlalu lama, sehinggga jemaah dapat segera dipulangkan ke tanah air.

“Karena di sini ada petugas imigrasi, kemarin juga ada yang kehilangan, tetapi setengah jam paspornya sudah selesai, akhirnya ia tetap dapat berangkat dengan rombongan di kloternya,” ujar Nurchalis.

Minggu (20/12) ini, ada 10 kloter akan diberangkatkan ke Indonesia melalui Bandara Madinah. Sementara 5 kloter akan dievakuasi ke Jeddah, karena pemulangannya lewat bandara King Abdul Aziz Jeddah.(Rahman Rifai}

Read Full Post »

Older Posts »