Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Oleh-oleh Haji dan Umrah’ Category

Saat kita umrah atau haji pasti kita akan ditawari untuk pesiar ke pasar kurma. Sebagai gambaran, tempatnya memang mengasyikkan, kurmanya banyak ragamnya, disekitarnya banyak ditanami pohon kurma. Sehingga suasananya pun seakan menyatu dengan alam.

Penjualnya rata rata bisa berbahasa indonesia, bahkan ada yg punya karyawan orang indonesia. Harganya bisa ditawar. baik pelayan maupun “bos”nya selalu mempersilahkan kepada pengunjung untuk mencicipi kurma atau penganan yang ada sepuasnya.

Bagi jemaah hnji atau Umrah yang ditawari wisata ke pasar kurma, sebagaimana yang digambarkan diatas, sebaikya jangan disana. Karena itu bukanlah pasar kurma arab tapi kebun kurma.

Tentu saja harga di kebun kurma jauh lebih mahal daripada di pasar kurma. kurma ambhar di kebun kurma bisa dijual R 50, padahal kalo ke pasar kurma dapat hanya R 20, jauh khan bedanya.

Pasar kurma yang sebenarnya, dari masjid nabawi dari pintu 7 (kalau tidak salah ke arah kiblat, terus saja, ada pertokoan). Setelah itu nyebrang, ada hotel al Isro. Kemudian, ambil ke kanan terus sudah keliatan deh pasar kurmanya. Di pasar Kurma yang asli ini, Anda pun dapat membeli coklat dan oleh-oleh lainnya.

Bagaimana pun kedua tempat tersebut cukup melepaskan kepenatan dan salah satu tempat berkunjung jemaah haji dan umrah dari berbagai penjuru dunia. Semoga bermanfaat

Advertisements

Read Full Post »

Tips Nyaman Beribadah Haji :

  • Jangan tergantung pembimbing
  • Mantapkan tata cara berhaji
  • Hafalkan doa-doa
  • Buat kelompok kecil

Tips Manasik Haji

Tips Tawaf dan Sa’i :

  1. Hafalkan do’a-do’a singkat, jangan disibukkan dengan catatan
  2. Berangkat dalam rombongan
  3. Makan sebelum berangkat
  4. Buat kelompok kecil
  5. Sepakati lokasi pertemuan
  6. Hindari waktu padat
  7. Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat
  8. (sumber http://www.republika.co.id)

Tips Mencium Hajar Aswad :

  1. Ambil waktu yang kondisi sekitar ka’bah tidak terlalu padat
  2. Pastikan fisik kuat
  3. Jangan bawa barang berharga
  4. Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat
  5. Jangan gunakan joki
  6. Tidak lama-lama
  7. Hindari menyakiti sesama jamaah
  8. (sumber http://www.republika.co.id)

Tips Pelaksanaan Ibadah Haji

Tips Masuk Masjid Agar Tidak Tersesat :

  1. Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat
  2. Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya
  3. Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat.
  4. Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama.
  5. Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu.
  6. Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.
  7. Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.
  8. (sumber http://www.republika.co.id)

Tips nyaman beribadah :

  1. Jangan tergantung pembimbing
  2. Mantapkan tata cara berhaji
  3. Hafalkan doa-doa
  4. Buat kelompok kecil
  5. (sumber http://www.republika.co.id)

Tips Agar Tidak Tersesat :

Setiap tahun selalu ada saja laporan jamaah yang tersesat. Untuk itu perlu dicoba tips-tips berikut ini:

  • Hafalkan Lokasi sebelum keluar maktab
  • Hafalkan maktab Anda serta cacat juga nomor telepon dan atau alamat pondokan Anda
  • Bawalah catatan tersebut setiap meninggalkan pondokan.

Sabar, Sabar, dan Sabar

Sabar, sabar, dan sabar. Itu tiga nasihat yang sering diberikan pembimbing kepada calon jamaah haji sebelum berangkat Tanah Suci.Pada kenyataannya memang calon jamaah haji harus punya persediaan segunung kesabaran untuk menghadapi keadaan yang sering di luar perkiraan semula.

Kesabaran calon jamaah sudah diuji saat berada di asrama haji atau bahkan saat keberangkatan. Kemacetan menuju asrama, pemeriksaan yang bertele-tele, sulitnya bertemu dengan keluarga sangat mungkin terjadi. Pemeriksaan dokumen kadang memerlukan waktu berjam-jam. Makanan di asrama belum tentu sesuai selera. Belum lagi kadang barang-barang yang masih diperlukan di asrama sudah telanjur masuk dalam koper besar.

Tips Mengambil gambar selama di Tanah Suci:


1. Fotolah yang Anda suka selain makhluk bernyawa (manusia dan hewan yang ada disana), untuk mengetahui hukumnya silahkan klik disini dan disini.

2. Lihatlah aturan yang tertulis tentang kamera atau foto disetiap tempat yang dikunjungi, biasanya akan terlihat dengan jelas. Pada umumnya petugas yang ada akan melarang, karena mayoritas jemaah haji yang membawa foto menggunakan kamera untuk memfoto dirinya atau rekan-rekannya.

3. Foto bukanlah hal yang penting, karena yang terpenting adalah terpeliharanya diri kita dari hal yang dilarang oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Panduan di Masjid Quba :

  • Saat akan memasuki bagian dalam masjid, sebaiknya memperhatikan petunjuk di dinding luar masjid. Itu adalah penunjuk pintu masuk yang dikhususkan bagi jamaah laki-laki atau perempuan. Akan terpampang pada sebuah plakat yang ditempelkan ke dinding pintu masuk untuk jamaah laki-laki maupun perempuan.
  • Tidak diperbolehkan mengambil gambar.
  • (sumber http://id.wikipedia.org)

Read Full Post »

Bus menunggu jamaah haji…..

Read Full Post »

Kurma dan air zam-zam selalu identik dengan oleh-oleh ibadah haji. Kurma yang paling terkenal adalah kurma Madinah. Selain karena bentuknya lebih besar, daging buahnya kenyal dan kering, menambah atribut rasa manis kurma Madinah. Seperti namanya, kurma ini memang berasal dari Madinah, kota produsen kurma terbesar di Arab Saudi.

Hampir bisa dipastikan, setiap jamaah haji dari segala penjuru dunia yang bertandang ke Tanah Suci, akan menjinjing buah cokelat kehitam-hitaman ini sebagai salah satu oleh-oleh mereka.Tak sulit mendapatkan kurma Madinah. Saat berada di Madinah, pergi saja ke Pasar Kurma (Madinah Dates Market ). Letak pasar ini tepat di pusat kota, arah selatan Masjid Nabawi. Hanya berjarak sekitar setengah kilometer dari masjid para nabi, Pasar Kurma berada di kawasan bernama Qurban.

Dari Masjid Nabawi, Anda cukup berjalan ke arah Kubah Hijau dari arah Baqi. Bila wajah Anda sudah menghadap ke arah Kubah Hijau dan membelakangi Baqi, berjalanlah lurus ke depan. Tak berapa lama, Anda akan melihat Pasar Kurma di sisi sebelah kanan. Pasar ini cukup luas dengan  outlet-outlet kurma berjajar. Dijamin tak kesulitan menemukan pasar ini.

Pasar Kurma Madinah yang dibangun pada 1982 oleh Pemerintah Arab Saudi, buka mulai pukul 08.00 sampai pukul 22.00 waktu setempat. Anda bisa membeli aneka kurma di sini, baik kurma murni maupun olahan. Ada puluhan jenis. Sebut saja cokelat isi kurma, kurma isi kacang, kismis, biskuit selai kurma, dan tentunya (buah) kurma Madinah yang terkenal.

Layaknya di pasar-pasar tradisional, para pedagang Pasar Kurma Madinah juga bersaing dalam urusan memberikan harga kepada para calon pembeli. Kejelian memilih aneka jajanan kurma dan kemahiran menawar harga menjadi kunci utama bertransaksi di pasar ini. Tak jarang ada cerita seorang pembeli mendapatkan kurma dengan harga lebih murah dibandingkan pembeli lainnya. Padahal, jumlah makanan dan tempat membelinya sama.

Khusus untuk kurma Madinah, setidaknya ada tiga klasifikasi yang sudah dikenal, yaitu Ajwa, Ambhar, dan Safawi. Kurma Ajwa adalah kurma yang paling diminati. Tak heran, kurma jenis inilah yang paling banyak terdapat di Pasar Kurma.

Bukan rasa ataupun bentuk yang menjadikan Kurma Ajwa diincar para pembeli, melainkan sebuah hadis Rasulullah SAW yang berbunyi: ””Barang siapa di waktu pagi makan tujuh butir Kurma Ajwa, pada hari itu ia tidak akan kena racun maupun sihir.””Hadis yang terdapat dalam kumpulan Shahih Bukhari inilah yang membuat kurma berwarna agak kehitaman dan berkulit keriput tersebut menjadi incaran para jamaah.

Mengikuti teori ekonomi, Kurma Ajwa merupakan kurma dengan harga paling mahal dibandingkan kurma jenis lainnya. Menyesuaikan ukuran buah, Kurma Ajwa dibanderol dengan harga 60 riyal sampai 80 riyal untuk satu kilogramnya.

Terkait kualitas buah, di bawah Kurma Ajwa, ada jenis Kurma Ambhar. Untuk satu kilogram kurma ini, pembeli harus mengeluarkan kocek antara 35 riyal sampai 40 riyal, tergantung besar buahnya. Kalau kurma-kurma jenis lain bisa dicicipi sebelum membeli, jangan harap Anda bisa mencicipi Kurma Ajwa dan Kurma Ambhar.

Para pedagang di sana kebanyakan menyatakan haram untuk mencicipi dua jenis kurma terbaik tersebut, kecuali Anda memang benar-benar ingin membelinya. Sedangkan untuk jenis kurma lainnya, jamaah bisa membeli dengan cukup murah.

Hal yang sudah pasti, bila Anda ingin membeli kurma sebagai oleh-oleh, belilah di Madinah. Alasannya tak lain karena kurma dijual lebih murah di Madinah daripada di Makkah. Selisih harga untuk satu kilogram kurma di Madinah dengan di Makkah bisa mencapai setengah kalinya. Contoh saja untuk Kurma Ajwa ukuran kecil dengan harga sekitar 60 riyal di Madinah, maka di Makkah paling murah Anda harus mengeluarkan uang 100 riyal per kilogramnya. Contoh lain adalah Kurma Safawi yang di Madinah hanya seharga 15 riyal per kilogram, namun di Makkah dijual dengan harga paling murah 20 riyal. ade/yus/yto. Republika.

Read Full Post »

Hudaibiyah merupakan tempat Rasulullah Muhammad SAW melakukan perjanjian Hudaibiyah dengan kaum kafir Qurais. Kini kota kecil ini sering dikunjungi jamaah calon haji untuk melihat dan membeli susu murni onta.

Anda dapat meminum susu onta segar, rasanya… Wuihh bener-bener segar. Coba Yuk..

1. Gambar kawasan Hudaibiyah

2. Gambar Onta yang hamil (edit) yang dipisahkan dari kelompoknya agar tenang.

3. Onta sedang minum

4. Gambar onta saat diperah susunya (edit).

5. Gambar peternak (edit) memasukan susu onta ke  dalam botol siap beli (5 real saja)

6. Gambar masjid di Hudaibiyah

7. Gambar reruntuhan bagunan tua Hudaibiyah

Sumber: http://www.detik.com

Read Full Post »

PEMIMPIN Libya, Kolonel Muammar Khadafi dikenal sebagai pemimpin Arab yang tangguh dan nyentrik. Salah satu ke-mahiwalan-nya adalah, ia tidak suka menginap di hotel, meskipun berada di luar negeri. Ia memilih tinggal di tenda di luar ruangan. Dan salah satu yang tidak mau dipisahkan darinya adalah, ia selalu meminum susu onta segar. Itulah sebabnya, setiap pergi ke mana pun, ia disediakan onta yang dapat mengeluarkan susu. Kalau perlu, ia membawa onta sendiri dari tanah airnya.

Mengapa Khadafi begitu fanatik terhadap onta? Sejarah menunjukkan, onta merupakan binatang yang akrab dengan Rasulullah saw. Selama berjuang menyebarkan Islam, beliau selalu menunggang onta, binatang yang paling tahan terhadap panas matahari hingga 50 derajat Celsius tanpa makan dan minum. Bahkan, Nabi Muhammad mengendarai onta selama melakukan perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah Al-Munawarah. Bahkan Al-Quran secara khusus menyebutkan, “Apakah kalian tahu bagaimana onta dibuat?”

Selain sisi sejarah, peneliti Arab membuktikan bahwa susu onta mengandung zat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti hepatitis, diabetes, penyakit kulit, dan berbagaio macam penyakit perut. Bahkan, Dr. Abdulrahman Al-Qassas, dari Universitas Ummul Qura, Mekah menyatakan, yang dapat menyembuhkan seperti itu bukan hanya susunya, tapi juga air kencingnya.

Nancy Abdurahman, warga Mauritania, Afrika, kelahiran Inggris bahkan membuka peternakan onta. Sebab, susu onta diyakini mengandung banyak vitamin yang bisa membersihkan tubuh dari luar dan dalam. Susu onta kemudian diolah sebagai bahan kosmetika.

Minum susu onta

Saat menunaikan ibadah haji, jemaah bisa melakukan ziarah ke berbagai tempat bersejarah di lingungan kota suci Madinah maupun Mekah. Saat di Mekah, jemaah juga bisa mengunjungi Hudaibiyah, tempat yang jaraknya sekitar 30 km dari Kota Mekah. Hudaibiyah merupakan tempat Rasulullah saw. menandatangani perjanjian dengan orang kafir Quraish sebelum Kota Mekah ditaklukkan.Di Hudaibiyah ini selain terdapat pabrik pembuatan kiswah penutup Kabah, juga terdapat banyak peternakan onta.

Peternakan onta sengaja dikelola di pinggir jalan, sehingga setiap orang yang melewati jalan di Hudaibiyah ini bisa melihatnya. Para peternak biasanya melambaikan tangan sembari mengajak mampir ke peternakannya, sekadar untuk melihat-lihat, berfoto, atau bahkan meminum susunya. Peternak akan langsung memerah susu, saat pengunjung memintanya.

Onta yang dapat diperah susunya biasanya ditutup menggunakan kain. Sebab jika susu onta dibuka, anaknya akan menyusunya. Itulah sebabnya, onta yang bisa diperah susunya seperti memakai “celana”. Celana itu dibuka manakala akan diperah. Namun setelah magrib, “celana” itu dibuka untuk memberikan susu kepada anak onta. Sedangkan siang hari, susu itu diperah untuk para pengunjung yang mendatangi peternakan itu.

Saat diperah, susu onta mengalir deras. Hanya dalam semenit, keluar sekitar dua liter. Warnanya putih berbusa seperti sabun. Saat diperah, susu tersebut dituangkan dalam baskom. Dari baskom yang besar kemudian disaring sembari dimasukkan ke dalam botol kecil air mineral dengan ukuran separuh atau sekitar 250 miligram. Susu yang masuk ke dalam botol tidak lagi berbusa, karena tertinggal di dalam baskom.

Pengunjung bisa meminum langsung dari botol yang sudah diisi susu tersebut. Setiap satu botol kecil harganya RS 5 atau setara dengan Rp 13.500,00. Pengunjung juga dapat membeli satu baskom sekaligus. Pada musim haji seperti sekarang ini harganya RS 40 perbaskom. Namun saat musim sepi, harganya Cuma RS 25.

Penulis merupakan orang pertama yang mencoba meminum susu onta di antara para wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji Daerah Kerja Mekah. Rasanya sedikit asin, tanpa ada rasa manis, tapi tidak berbau amis, mirip rasa santan. Bahkan dapat dikatakan, aromanya sedikit lebih wangi daripada susu sapi. Kalaupun agak bau, karena diminum langsung di peternakan, yang dekat dengan kandang onta.

Beberapa teman wartawan juga mencoba meminumnya. Satu dua orang mampu menghabiskan satu botol kecil. Namun yang lain hanya mampu menghabiskan separuhnya. Sebagian lain sama sekali tak ingin mencobanya, takut muntah. Apa pun rasanya, apa pun khasiatnya, yang pasti meminum susu onta langsung setelah diperah merupakan wisata yang eksklusif, tak ditemui di tanah air. Makanya, saat berhaji, jangan lewatkan wisata ini. (Wachu)

Read Full Post »

Iran-Rusia-Turki-China Ramah, Indonesia Doyan Belanja

Tak hanya bahasa, perangai juga menunjukkan bangsa. Musim haji seperti ‘pameran perangai’ terbesar di dunia.

SEBAGAI forum pertemuan antarbangsa, rangkaian ibadah haji menjadi wahana yang baik untuk saling belajar. Paling tidak mengenal bentuk fisik dan prilaku jamaah masing-masing bangsa. Wahananya bisa di mesjid, rumah makan, taman kota, lobi hotel, atau lif dan toilet. Jamaah haji asal Indonesia cukup mencolok.

Berdasarkan proporsi jumlah penduduk, Indonesia mendapatkan kuota jamaah haji terbesar, karena memiliki penduduk muslim terbanyak di dunia. Jamaah Indonesia juga mengenakan seragam berupa jas berwarna hijau mudah. Di dada kanan dijahitkan bendera merah putih, lalu di setiap lengan kanan ditaruh lambang daerah (provinsi) masing-masing.

Tanda pengenal lain berupa tas ikat yang dilekatkan di dada. Tas itu berwarna biru, diberi gambar merah putih, lengkap dengan foto dan nama. Bagi yang menggunakan penerbangan Saudi Airlines, tas dada ini berwarna biru, tetapi bergambar merah putih dan bertuliskan Indonesia.

Identitas itu masih ditambah dengan gelang. Pada gelang ini ditulis nama yang bersangkutan, nomor kloter, embarkasi, nomor paspor, tahun pelaksanaan haji, lengkap dengan lambang garuda dan merah putih. Gelang ini ada pada setiap jamaah, merupakan tanda pengenal yang paling gampang bagi jamaah haji asal Indonesia. Nilai pentingnya sama dengan paspor. Bahkan jika paspor hilang, gelang itulah penggantinya. Gelang itu juga penunjuk identitas yang paling gampang jika jamaah tersebut hilang, tersesat, atau meninggal dunia.

Tapi semua tanda-tanda itu belum dianggap cukup sebagai pengenal dan penunjuk. Hampir setiap daerah memberi tanda khusus, berupa selendang, kerudung, ikat kepala, atau kacu (model pramuka). Di tanda-tanda spesifik ini biasanya ditulis nama daerah kabupaten/kota dan provinsinya, Kop besarnya: Jamaah Haji Indonesia Tahun 1429 H/2008. Ini masih dilengkapi dengan bendera khusus yang biasanya menunjukkan rombongan tertentu dalam kloter tertentu.

Jamaah haji Indonesia termasuk memiliki nasionalisme yang tinggi. Tanda-tanda kebangsaan berupa merah putih dan tulisan Indonesia menunjol pada pakaian, tas, jaket, jas, atau tanda-tanda lainnya. Karena tanda-tanda itu, dan jumlah jamaah haji asal Indonesia terbanyak, di mana-mana sangat gampang mencari atau bertemu dengan jamaah haji asal Indonesia. Di setiap sudut dan lokasi mesjid, mulai dari dalam hingga di pelataran, di lantai 2 atau di tempat-tempat mengambil air wudhu, jamaah asal Indonesia cukup dominan. Jamaah haji asal Indonesia juga sangat gampang ditemukan di tempat-tempat belanja: pasar kurma, mall, toko, kedai, rumah makan, atau di warung-warung.

“Murah-murah….” Begitu teriak para pelayan di berbagai gerai dan jualan kaki lima yang banyak tersebar di sekitar Mesjid Nabawi. “Lima real, sepuluh real, tujuh real,’’ teriak mereka dengan gaya memikat dan bujuk rayu dan menggoda agar membeli.

Umumnya, jamaah haji asal Indonesia banyak  tak kuasa berbelanja. Bahkan, penanda lain jamaah haji asal Indonesia adalah kesukaannya berbelanja. Di Makkah, Madinah dan Jeddah, ini sudah menjadi semacam brand: jamaah haji asal Indonesia doyan belanja.

Para pedagang di Makkah, Madinah dan Jeddah riang gembira dengan kesukaan jamaah asal Indonesia ini. Hal yang amat disukai juga adalah kebiasaan dan prilaku yang ramah, santun dan halus. Mungkin sudah pembawaan, atau juga karena postur tubuh jamaah asal Indonesia yang mungil dibandingkan dengan jamaah dari Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

Jamaah haji asal Turki juga terkenal santun, necis dan bersih. Mereka tak kalah nasionalis seperti Indonesia. Setiap jamaah haji asal Turki sangat gampang dikenal: mengenakan seragam khusus: jas warna krem, di dada kiri dijahitkan bendera bulan bitang berwarna dasar merah. Di situ juga ditulis Turki, plus nama tour operator yang mengelola dan melayani perjalanan haji  dan umrah.

Turki merupakan negara sekuler, tak punya Departemen Agama. Ibadah haji diselenggarakan oleh swasta dan masyarakat. Tapi dari penampilan mereka, Turki cukup terkoordinir. Paling tidak dapat dilihat pada seragam yang amat disiplin mereka kenakan. Penanda lain, gambar benderanya sangat mencolok, pertanda nasionalisme yang tinggi meski perjalanan hajinya tak dikelola negara.Nasionalisme Turki tampaknya sudah menjadi kesadaran yang hidup dalam setiap rakyatnya. Tidak lagi didokrin, atau diatur oleh negara.

India juga demikian. Tanda-tanda yang menunjukkan ke-India-an ada di mana-mana: hotel, tas, pakaian, gantungan kunci, tanda pengenal, dan kebiasaan mereka yang suka berjalan bergerombol hingga suka dorong-dorongan.

Kebiasaan ini yang paling tidak disukai jamaah asal Indonesia. Dorong-mendorong di pintu mesjid merupakan hal yang lumrah mereka lakukan. Juga main tabrak. Yang paling sulit saat sedang di lif. Jamaah asal India keras dan tak mau mengalah. Begitu juga saat sedang antri di toilet.
Pakistan, Bangladesh dan dari beberapa negara Afrika mirip-mirip India. Identitasnya mudah dikenali dari perangainya. Banyak keributan kecil yang terjadi, tetapi umumnya selalu diselesaikan dengan jabat tangan saling memaafkan.

Jamaah asal India juga terbilang paling nekad. Mereka banyak yang tidur di pelataran mesjid. Di siang hari, saat bubaran shalat mereka langsung menggelar dagangan. Jualan kaki lima di sekitar Mesjid Nabawi mereka kuasai.Hal yang sama dilakukan oleh jamaah haji asal Afrika.

Hal berbeda ditunjukkan oleh jamaah haji asal China. Mereka juga mengenakan baju khas, koko China yang dibalut dengan jas atau rompi biru gelap. Di dadanya dijahitkan bendera China. Gambarnya bukan palu arit. Tapi bulan yang dikelilingi lima bintang dengan warna dasar merah.
Jamaah haji asal Tiongkok santun dan ramah. Mereka tak mau berdesak-desakan, apalagi dorong-dorongan untuk mencari tempat yang diidam-idamkan di dalam mesjid. Mungkin keberadaan mereka yang khas, jamaah dari negara-negara lain rata-rata memberi kelonggaran kepada jamaah Tiongkok. Di raudhah, tempat yang paling didambakan oleh semua orang yang datang ke Mesjid Nabawi, jamaah asal Tiongkok banyak yang mendapat tempat. Padahal, jamaah asal negara lain, seperti Indonesia memerlukan perjuangan keras untuk bisa masuk raudhah.

Jamaah asal Mesir, Qatar, Dubai, dan Tunisia memiliki karakter yang relatif sama: santun di semua tempat. Mereka mampu menahan diri dan menjaga citra prilaku setiap jamaahnya. Mungkin mereka sudah ditatar. Tetapi mungkin juga sudah demikian prilaku mereka.

Jamaah asal Iran sangat gampang dikenal. Walau anti barat, terutama Amerika Serikat, jamaah asal Iran yang paling tampak aroma budaya baratnya. Hampir semua jamaah haji asal Iran mengenakan jas dari bahan kain yang necis dan branded. Pakaian dalamnya necis dan branded pula. Kelihatan mereka seperti sedang menghadiri pertemuan resmi dan formal, atau sedang ke sebuah kantor kelas menengah ke atas. Yang membedakannya tinggal mereka tidak pakai dasi.

Rusia agak lain. Identitas mereka diberi tanda bendera Rusia dan ditulis negara Rusia. Tapi hanya itu yang menggunakan abjad latin. Selebihnya ditulis dalam abjad arab. Mungkin mereka sedang menginternalisasikan atau mengentalkan perasaan keislamannya. Atau mungkin juga karena mereka sangat gampang dikenal dalam bentuk fisik: jangkung, besar, putih, mancung, dan kekar.

Kebanyakan jamaah haji asal Rusia dari Checnya. Dari Kizistan, Usbekistan, dan Tazikistan (semuanya pecahan Uni Sovyet) juga cukup gampang dikenali. Para jamaah perempuannya, seperti juga kebanyakan jamaah haji asal Iran, Turki, Rusia, Qatar dan Dubai, mengenaikan gaun hitam polos yang menutup seluruh badannya. Tinggal bagian mata dan sedikit hidung yang terlihat. Tetapi cukup memberi petunjuk kecantikan alami mereka.
Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam mirip Indonesia. Bedanya mereka tidak doyan belanja.***

(mdopost.com oleh Suhendro Boroma)

Read Full Post »

Older Posts »