Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘BPIH’

Bicara masalah ongkos haji jemaah calon haji Indonesia yang katanya “mahal sekali”, ternyata ada lho yang lebih mahal. Ya, justru biaya haji untuk orang di Arab sendiri secara perhitungan matematika jauh lebih tinggi dari biaya haji di negeri kita (padahal tidak naik pesawat pp dan bea angkut dari daerah, baya selama di embarkasi, paspor dll).

Naah, alih-alih kita mengomentari tingginya (baca: naiknya) BPIH (Biaya Perjalan Haji Indonesia dari tahun ke tahun, mendingan kita simak tulisan dibawah ini, dan bersabarlah bila biaya haji tahun depan disesuaikan lagi. semoga bermanfaat bagi kita semua.

__________________________________________

Bukan hanya warga Indonesia yang harus menungg lama untuk berhaji, warga arab juga demikian. Mereka yang sudah berhaji harus menunggu paling tidak lima tahun untuk bisa berhaji lagi. Membayarnya pun mahal. Jauh lebih mahal dibanding warga Indonesia. Saking mahalnya, tahun ini banyak warga Arab yang mengurungkan niatnya menunaikan ibadah haji.

Belakangan ini, muslim Indonesia harus menunggu antrian sampai empat tahun untuk berhaji. Itu lantaran kuota yang disediakan oleh pemerintah Saudi terbatas. Tahun ini hanya mendapat jatah 210.000. Di daerah-daerah tertentu ada yang antriannya hanya dua sampai tiga tahun. “Jadi masih lebih baik kita dibanding warga Arab,” kata Amirul Haj Indonesia Bahrul Hayat di Jeddah kemarin malam.

Jemaah haji Indonesia harus membayar biaya penyelenggaraan sekitar Rp 34 juta. Biaya itu antara lain untuk tiket pesawat, angkutan lokal, makan, dan pemondokan. Sedangkan yang dibayarkan kepada pemerintah Arab Saudi melalui rusum (biaya pelayanan umum) hanya SR 1.029 (sekitar Rp 2,5 juta).

Seperti dilansir Arab News kemarin, warga Arab yang ingin berhaji harus membayar kepada pemerintah SR 10.000 (sekitar 25 juta). Karena besarnya biaya itu banyak warga Arab yang mengurungkan niatnya untuk berhaji.

Penurunan itu mencapai 40 persen. Dia mendesak pemerintah Arab Saudi menurunkan biaya haji itu hingga SR 1.500-3.900 untuk berbagai katagore.
Lesunya minat warga lokal berhaji memusingkan biro-biro perjalanan yang biaya menangani jemaah haji lokal. Saleh Al-Zufairi, pemilik biro perjalanan Al Zufairi mengak, tahun ini hanya mendapat 20 orang yang berhaji lewat perusahannya. Padahal, tahun lalu biro perjalanan yang berpusat di Dammam itu mendapat 200 orang. Memang bukan sekedar karena biaya tinggi. Faktor lainnya adalah flu babi yang sedang menghantui warga Arab.

Pemerintah Saudi memang sengaja membatasi warganya untuk berhaji demi memberi kesempatan kepada ummat Islam negara-negara lain. Pembatasan dilakukan karena sempitnya tempat prosesi haji, baik di Masjidil Haram maupun Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina). Sekarang hanya bisa menampung 3 juta umat Muslim.

Ummat muslim Indonesia, k ata Bahrul Hayat, masih mendapat kesempatan lebih dibanding negara-negara lain. Meskipun banyak pihak menilai biaya penyelenggaran haji Indonesia terlalu mahal, ongkos itu masih lebih murah dibanding negara-negara lain. “Bibanding negara tetangga Malaysia, kita masih lebih murah,” kata Bahrul yang didampingi Dirjen Haji Slamet Riyanto.

Bahrul tak tahu berapa ongkos naik haji Malaysia. Tetapi, untuk membayar biaya pondokan saja sekitar SR 3.900-4.000. Sementara itu jemaah haji Indonesia hanya membayar SR 2.500. Itu pun masih banyak yang protes. Anggota Komisi 8 DPR yang sekarang memantau kegiatan haji di Saudi menilai Departemen Agama kurang serius dalam menyelenggarakan haji.

Sebagai amirul haj, Bahrul akan berdialog dengan jemaah haji dari pondokan ke pondokan sekaligus memantau fasilitas yang mereka peroleh. Apa yang didapatkan nanti akan dipergunakan untuk memperbaiki pelaksanaan tahun berikutnya.(baehaqi, Depag.go.id)

Read Full Post »

Hingga Senin (9/11) malam, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal sebanyak 24 orang. Sedang jemaah sakit yang dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mekah mencapai puluhan orang.

Lebih dari 50% penyebab kematian adalah penyakit jantung, penyebab lainnya adalah stroke, gagal napas, serta sepsis (infeksi kuman dalam darah). Ada juga seorang jemaah yang meninggal karena kecelakaan. Yakni, Zaenuddin Kadir Lagogo, jemaah asal Tanggamus, Lampung yang tergabung dalam Kloter 23 JKG. Ia meninggal karena tertabrak mobil saat menyebarang jalan di Mekah pada Senin (9/11) siang.

Sebelumnya, Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dr Barita Sitompul SpJP mengungkapkan, dari tahun ke tahun penyakit jantung memang menjadi penyebab kematian jemaah terbanyak. Sedang jenis penyakit yang terbanyak diderita jemaah adalah Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) seperti flu, batuk, dan radang tenggorokan.

“Sebagai upaya antisipasi, mereka yang berisiko terkena penyakit jantung sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum berangkat. Jangan lupa membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi,” ujar Barita di Mekah, Selasa (11/11).

Barita juga menekankan agar selama di tanah suci jemaah menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan cukup istirahat. Mengingat, kelelahan merupakan salah satu pemicu serangan jantung.

Sementara itu, menjelang hari wukuf yang diperkirakan jatuh 26 November mendatang, Mekah semakin dipadati jemaah dari berbagai negara. Dari Indonesia, jumlah jemaah yang sudah berada di kota suci itu hingga Senin (9/11) mencapai lebih dari 55.000 orang. Padatnya jemaah membuat transportasi di Mekah tersendat, terutama di sekitar Masjidilharam, menjelang dan sesudah waktu salat. (Eni/Siwi, Depag)

Read Full Post »