Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘haji tua’

1. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas non kloter Bidang Pelayanan Jamaah Tersesat, Idi Amien di Kota Makkah, telah terjadi beberapa kali tindak kriminal dialamai oleh Jamaah Calon Haji (JCH) asal Indonesia. Seperti yang terjadi kemarin, disekitar Masjidil Haram. Seorang warga asing yang mengaku petugas keamanan membawa kabur tas berisi uang sebesar 1.400 Riyal yang dititipkan kepadanya saat korban masuk kamar kecil.

Pelaku berpura-pura menjadi petugas dan melarang korban membawa masuk tas dan barang bawaan lainnya ke kamar kecil, kemudian menyarankan agar dititipkan kepadanya. “Hingga akhirnya pelaku bisa dengan leluasa membawa tas tersebut kabur,” ungkap Kasub Bag Tata Usaha (TU) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Syamsudin Noor Banjarmasin, Hidayaturrahman.

Untuk itu lanjut Hidayat, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kalsel kembali mengimbau kepada para JCH agar dapat mewaspadai segala gerak gerik yang mencurigakan. “Kita ingatkan kepada JCH, kalau ke pasilitas umum, seperti rumah makan, kamar kecil dan tempat layanan lainnya supaya tidak sendirian. Kemudian jangan mudah percaya terhadap seseorang yang mengaku sebagai petugas atau yang menawarkan bantuan sebelum diketahui dengan jelas status dan keberadaannya. Sebab, dengan banyaknya manusia yang berasal dari berbagai negara, semakin beragam pula tujuan dan modus yang di jalankan,” ingatnya. (lf/dyt06-info haji)

2. Penipuan terhadap jemaah calon haji asal Indonesia semakin canggih saja. Para pelaku kriminal kini menggunakan modus pakai ihram atau menyamar menjadi jamaah untuk mengincar jamaah lainnya yang sedang beribadah umroh.

Salah satu korban yang tertipu pelaku kejahatan dengan modus ini adalah Nyak Sabun binti Umar dari Kloter 04 Banda Aceh.

Saat beristirahat dan hendak minum air zamzam seusai Sa’i pada Jum’at (6/11/2009) malam, dia tiba-tiba dihampiri seorang jamaah yang mengaku dari Indonesia dengan mengenakan pakaian ihram.

“Pria itu bertanya kenapa Ibu sendirian, lalu dijawab Bu Nyak, ya memang saya sedang istirahat karena capek jadi terpisah dengan rombongan saya. Pria itu lalu menawarkan untuk menemani karena sesama bangsa Indonesia harus saling menolong,” kata Kepala Sektor Khusus Jamaah Sesat Jalan, Ali Saifuddin, yang ditemui di markasnya yang tidak jauh dari Masjidil Haram, Makkah, Sabtu (7/11/2009).

Menurut Ali, Nyak yang merupakan korban keenam ini memang akhirnya meminta bantuan kepada orang itu untuk mengantarkannya kembali ke rombongan. Pria yang dinilainya sangat sopan itu pun mengantar Nyak ke luar Masjidil Haram dan bertemu dengan teman pria itu.

“Lalu dengan sopan ditanya surat-suratnya dan disarankan agar menyimpan uang di tas bawaannya, agar praktis. Dia menuruti saran pria yang bersama temannya itu, lalu keduanya merampas tas dan menghilang di tengah kerumunan orang,” ungkap Ali.

Atas kejadian ini Ali untuk kesekian kalinya meminta jemaah jangan mau melayani orang yang bertanya tas, paspor dan surat-surat lainnya.

“Karena petugas kita hanya mengecek gelang dan kartu pemondokan, kartu pemondokan itu pun kalau jamaah bingung pulang,” jelasnya.

Akibat peristiwa itu, uang Nyak Sabun sebesar Rp 5 juta dan 2000 Riyal pun raib. Sementara itu, Kaslan bin Sakiman jamaah calon haji asal Kloter 04
Solo, hari ini menjadi korban ketujuh.

Pria berusia 64 tahun kelahiran Demak tersebut mengalami kecopetan saat akan melaksanakan umroh sunnah di Masjidil Haram. “Saat dia turun dari taksi dan hendak masuk Masjidil Haram, dia kaget ternyata tasnya sudah terbuka dan uang Rp 5 juta dan 2600 Riyal hilang,” imbuh Ali.

Dari data Sektor Khusus ini, jamaah calon haji yang mengalami tindakan kriminal mencapai 7 orang. Sedangkan, jamaah yang tersesat setiap hari berkisar antara 20 sampai 30 orang. (zal/lrn,detik)

Read Full Post »