Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘jalan-jalan di bandara haji’

Sampai hari keempat pemulangan jemaah haji Indonesia, keterlambatan belum juga membaik. Bahkan semakin memburuk. Hal itu dialami oleh kloter 03 Batam, kloter 10 Surabaya, dan kloter 11 Surabaya. Mereka sama-sama menggunakan penerbangan Saudia Airline.

Jemaah kloter 3 Batam tertunda sekitar 18 jam. Sedianya mereka terbang 4 Desember pukul 21.05 WAS dan mendarat di Batam 5 Desember pukul 10.00 waktu setempat. Tetapi sampai pukul 12 WAS kemarin, mereka juga belum terbang. Menurut informasi, mereka baru bisa diterbangkan malam harinya dan mendarat di Batam Minggu pukul 4.25 waktu setempat.

Penundaan penerbangan itu mengganggu penerbangan kloter-kloter lain yang menggunakan pesawat Saudia. Yaitu kloter 10 dan 11 Surabaya. Kloter 10 sedianya terbang kemarin (5 Des) pukul 05.30 WAS dan tiba di Surabaya hari ini (6 Des) pukul 09.40 WIB. Sedang kloter 11 menurut jadwal terbang pukul 08.00 dan mendarat pukul 22.20 WIB.

Pihak Saudia Airline memberi ancar-ancar mereka akan diterbangkan antara pukul 17.00-21.00. Selama itu, mereka menunggu di bandara. Padahal, jemaah sudah berada di bandara pukul 24.00.

Sampai pukul 12.00 kemarin berarti mereka sudah 12 jam menunggu di bandara. Sesuai ketentuan penerbangan internasional, mestinya mereka sudah diinapkan di hotel. “Kami baru diberi roti dan minum sekitar pukul 10.00,” kata Ketua kloter 10 Moch Maghfur Chatim.

Mestinya makanan ringan diberikan apabila penerbangan mengalami penundaan dua jam. Apabila penundaa empat jam penumpang diberi makan. Dan, apabila sampai enam jam, penumpang harus diinapkan di hotel. Semua itu merupakan tanggung jawab pihak penerbangan.

PanitiaPenyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah menjembatani. Penumpang akan diberi makan. Bahkan penumpang hendak dibawa ke hotel. Tetapi, banyak anggota kloter yang tidak mau. “Yang kami butuhkan bukan makan dan bukan pula hotel. Kami butuh pesawat,” kata salah seorang jemaah.

Kepala Daerah Kerja Jeddah Subhan Cholid mengaku pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan tawaran tersebut kepada jemaah. Tetapi, tawaran tersebut ditolak. Pihaknya pun tidak bisa berbuat apa-apa . Siang itu pihaknya terus menjalin komunikasi antara jemaah dengan pihak Saudia. Sebagian jemaah menginginkan ada makan siang dan diistirahatkan di hotel. Namun sebagian lainnya tetap ngotot di bandara.

Khoirul Azmi berharap paling tidak jemaah diberi makan. Sebab,makanan ringan yang diberikan tidak cukup. Bahkan banyak jemaah yang belum memakan roti yang diberikan kepadanya. Makan itu diangap bisa menghibur kegelisahan jemaah. Sebab waktu terbangnya pun belum pasti.(baehaqi)

Advertisements

Read Full Post »