Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘kantin bandara haji’

Jadwal kepulangan jamaah haji setiap tahunnya pasti ada yang mengalami keterlambatan. Ini wajar saja. Dikarenakan banyak hal yang mempengaruhi kesiapan pesawat untuk terbang mengangkut jamaah haji. Jadi bila kita mengalaminya, maka bersabarlah. Insya Allah Anda akan mendapatkan nikmat sekaligus hikmah dari kejadian tersebut.

Berikut Tips cara mengatasi keterlambatan pesawat saat kepulangan. Tips ini merupakan hasil pengamatan singkat selama bertugas di Bandara KAAI Jeddah tahun 2007. Bila Anda memiliki Tips yang lebih jitu, dan dapat melengkapi Tips ini, silahkan kirim melalui email kontak@fajar.info.tm. Insya Allah tambahan info Anda dapat memudahkan para calon tamu Allah di masa yang akan datang:

1. Penting untuk menyiapkan uang real receh secukupnya (20-50 real) saat kepulangan jamaah haji. Karena uang receh tersebut dapat untuk membeli makanan/minuman selama menunggu di bandara. Bila telah jelas terlambat dan anda lapar sedangkan makanan belum tersedia, maka izinlah pada ketua regu atau karom untuk membeli makan. Pastikan Anda hafal jalan kembali, jangan sampai nyasar ke tempat negara lai (kalau nyasar bertanyalah).

Di kantin bandara Anda dapat membeli juss, hamburger, nasi, buah, mie dll. Harga standar saja kok, sama dengan yang dijual di sekitar masjidil haram. Favorit kami saat bertugas di Bandara adalah Juss MIX, hamburger ayam, dan Nasi Briyani.

2. Tetap tenang dan bergembira. Ciptakan suasana yang bahagia di kloter Anda. Toh Anda sudah selesai berhaji, ujian berat telah Anda lewati. Kalau cuma menunggu mudah sajalah.

3. Membaca Buku atau lebih baik lagi membaca Al-Qur’an (berpahala).

4. Bila Anda lelah setlah lama “beristirahat” (…??), maka lakukanlah jalan-jalan ringan. Bicara atau ngobrollah tentang hal yang bermanfaat dengan para petugas yang melayani Anda dengan sepenuh hati, atau dengan sesama jamaah. Yang “Gayeng” dan bisa jadi cerita saat di Tanah Air, cobalah berbicara dengan para kuli angkut bandara. Suasana akan bertambah asyik bila Anda membawa PERMEN. Bila tak mampu berbahasa arab, gunakanlah kemampuan gerak Anda. Insya Allah mereka faham.

5. Hindari bertanya waktu keberangkatan pesawat berulang kali, hanya akan memusingkan Anda saja. Alih-alih, pikirkan apa yang akan dilakukan saat Anda berkumpul dengan keluarga Anda tercinta. Ini obat pelepas kesal saat jadwal pesawat tak sesuai dengan harapan.

6. Telpon atau SMS-lah keluarga Anda, agar mereka tenang, ceritakan hal-hal yang lucu dan menyenangkan. Ini obat untuk kekesalan Anda juga

7. Hematlah tenaga Anda, jangan sampai marah, karena percuma. Perjalanan pulang Anda masih cukupbutuh tenaga dan waktu yang lama. jadi hindari marah, apalagi marah sama petugas haji Indonesia. Salah alamat. Meraka tidak memiliki otoritas apapun di bandara, tidak bisa mempercepat kesiapan pesawat Anda. Tugas mereka di saat kepulangan adalah menemani Anda dan melepas bila pesawat telah siap.  Semoga bermanfaat

Advertisements

Read Full Post »

Sampai hari keempat pemulangan jemaah haji Indonesia, keterlambatan belum juga membaik. Bahkan semakin memburuk. Hal itu dialami oleh kloter 03 Batam, kloter 10 Surabaya, dan kloter 11 Surabaya. Mereka sama-sama menggunakan penerbangan Saudia Airline.

Jemaah kloter 3 Batam tertunda sekitar 18 jam. Sedianya mereka terbang 4 Desember pukul 21.05 WAS dan mendarat di Batam 5 Desember pukul 10.00 waktu setempat. Tetapi sampai pukul 12 WAS kemarin, mereka juga belum terbang. Menurut informasi, mereka baru bisa diterbangkan malam harinya dan mendarat di Batam Minggu pukul 4.25 waktu setempat.

Penundaan penerbangan itu mengganggu penerbangan kloter-kloter lain yang menggunakan pesawat Saudia. Yaitu kloter 10 dan 11 Surabaya. Kloter 10 sedianya terbang kemarin (5 Des) pukul 05.30 WAS dan tiba di Surabaya hari ini (6 Des) pukul 09.40 WIB. Sedang kloter 11 menurut jadwal terbang pukul 08.00 dan mendarat pukul 22.20 WIB.

Pihak Saudia Airline memberi ancar-ancar mereka akan diterbangkan antara pukul 17.00-21.00. Selama itu, mereka menunggu di bandara. Padahal, jemaah sudah berada di bandara pukul 24.00.

Sampai pukul 12.00 kemarin berarti mereka sudah 12 jam menunggu di bandara. Sesuai ketentuan penerbangan internasional, mestinya mereka sudah diinapkan di hotel. “Kami baru diberi roti dan minum sekitar pukul 10.00,” kata Ketua kloter 10 Moch Maghfur Chatim.

Mestinya makanan ringan diberikan apabila penerbangan mengalami penundaan dua jam. Apabila penundaa empat jam penumpang diberi makan. Dan, apabila sampai enam jam, penumpang harus diinapkan di hotel. Semua itu merupakan tanggung jawab pihak penerbangan.

PanitiaPenyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah menjembatani. Penumpang akan diberi makan. Bahkan penumpang hendak dibawa ke hotel. Tetapi, banyak anggota kloter yang tidak mau. “Yang kami butuhkan bukan makan dan bukan pula hotel. Kami butuh pesawat,” kata salah seorang jemaah.

Kepala Daerah Kerja Jeddah Subhan Cholid mengaku pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan tawaran tersebut kepada jemaah. Tetapi, tawaran tersebut ditolak. Pihaknya pun tidak bisa berbuat apa-apa . Siang itu pihaknya terus menjalin komunikasi antara jemaah dengan pihak Saudia. Sebagian jemaah menginginkan ada makan siang dan diistirahatkan di hotel. Namun sebagian lainnya tetap ngotot di bandara.

Khoirul Azmi berharap paling tidak jemaah diberi makan. Sebab,makanan ringan yang diberikan tidak cukup. Bahkan banyak jemaah yang belum memakan roti yang diberikan kepadanya. Makan itu diangap bisa menghibur kegelisahan jemaah. Sebab waktu terbangnya pun belum pasti.(baehaqi)

Read Full Post »