Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Oleh-oleh Haji dan Umrah’

Saat kita umrah atau haji pasti kita akan ditawari untuk pesiar ke pasar kurma. Sebagai gambaran, tempatnya memang mengasyikkan, kurmanya banyak ragamnya, disekitarnya banyak ditanami pohon kurma. Sehingga suasananya pun seakan menyatu dengan alam.

Penjualnya rata rata bisa berbahasa indonesia, bahkan ada yg punya karyawan orang indonesia. Harganya bisa ditawar. baik pelayan maupun “bos”nya selalu mempersilahkan kepada pengunjung untuk mencicipi kurma atau penganan yang ada sepuasnya.

Bagi jemaah hnji atau Umrah yang ditawari wisata ke pasar kurma, sebagaimana yang digambarkan diatas, sebaikya jangan disana. Karena itu bukanlah pasar kurma arab tapi kebun kurma.

Tentu saja harga di kebun kurma jauh lebih mahal daripada di pasar kurma. kurma ambhar di kebun kurma bisa dijual R 50, padahal kalo ke pasar kurma dapat hanya R 20, jauh khan bedanya.

Pasar kurma yang sebenarnya, dari masjid nabawi dari pintu 7 (kalau tidak salah ke arah kiblat, terus saja, ada pertokoan). Setelah itu nyebrang, ada hotel al Isro. Kemudian, ambil ke kanan terus sudah keliatan deh pasar kurmanya. Di pasar Kurma yang asli ini, Anda pun dapat membeli coklat dan oleh-oleh lainnya.

Bagaimana pun kedua tempat tersebut cukup melepaskan kepenatan dan salah satu tempat berkunjung jemaah haji dan umrah dari berbagai penjuru dunia. Semoga bermanfaat

Read Full Post »

Proses pemeriksaan keimigrasian di bandara Arab Saudi memakan waktu berjam-jam sehingga melelahkan para calon haji yang sebelumnya memang sudah letih karena penerbangan panjang dari Indonesia ke Saudi.

ANTARA melaporkan dari Jeddah, Kamis, setibanya di Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah, jemaah mesti membentuk antrian panjang untuk diperiksa kelengkapan dan kecocokan dokumen imigrasi mereka seperti paspor, visa masuk dan kartu kedatangan (entry card).

Pada entry card terdapat enam carik sobekan (stroke) berisi nomor kode (bar code) satu lembar masing-masing ditempel di lembar paspor hijau, di lembar E paspor daftar administrasi perjalanan ibadah haji (DAPIH – dulu paspor haji) dan di kartu keluar (exit card) dari Bandara Arab Saudi.

Dua sobekan lainnya diserahkan kepada petugas kementerian haji Arab Saudi, Maktab Wukala (pengelola penyelenggara haji di Jeddah) dan pengelola transportasi (Naqaba).

Calon haji lalu harus diambil sidik jari (10 jari) dan difoto, kemudian ke ruang bagasi untuk mengambil barangnya, dan setelah itu harus melewati melewati lagi pemeriksaan petugas kementerian haji dan Maktab Wukala di pintu keluar.

Proses berikutnya, jemaah ke ruang tunggu untuk konsolidasi kloter, dan jika satu kloter lengkap, maka diberangkatkan menuju Madinah dengan bus-bus yang sudah disiapkan oleh Naqaba.

Jika masih ada waktu, selama menanti keberangkatan ke Madinah, jemaah dapat melakukan shalat, mandi atau melakukann aktivitas lainnya dan sebelum menaiki bus, jemaah diperiksa kembali dokumen dan bar code-nya.

Setelah penerbangan belasan jam dari tanah air, jemaah masih harus menempuh perjalanan darat sekitar enam sampai tujuh jam menuju Madinah yang berjarak sekitar 450 km dari Jeddah.

Di Madinah, jemaah akan melakukan shalat Arbain (shalat berjamaah di Mesjid Nabawi selama 40 waktu) sebelum bergeser ke Mekah untuk mengikuti rangkaian proses ibadah haji selanjutnya, yakni umrah, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, tawaf(tujuh kali mengelilingi Ka`bah) dan sa`i (lari-lari kecil tujuh putaran antara bukit Shafa dan Marwah.

Menurut Kadaker Jeddah Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Subhan Cholid, calon haji mesti menyisihkan waktu tambahan, paling tidak lima sampai tujuh menit, karena kebijakan baru pengambilan sidik jari dan foto itu.

Jadi, jika proses imigrasi normal memakan waktu sekitar dua jam, pengambilan sidik jari dan foto, akan memperpanjang waktu pemeriksaan imigrasi menjadi empat sampai lima jam setiap kloter.

Ditambah lagi dengan belum berfungsinya sebagian pintu gerbang bandara karena sedang direnovasi sehingga jumlah konter pemeriksan kurang memadai sehingga sulit mempersingkat proses pemeriksaan dokumen keimigrasian di bandara debarkasi Arab Saudi.

Belum lagi bila pesawat datang terlambat, seperti dialami kloter 7 embarkasi Makassar/Ujungpandang, yang akhirnya harus menempuh perjalanan total sekitar 29 jam untuk mencapai Madinah.

Pesawat Airbus A330 yang berangkat dari bandara embarkasi Ujung Pandang, Rabu pukul 10.15 waktu setempat, mengalami keterlambatan akibat gangguan pada unit akselerasi (Accceleration Power Unit, APU) saat transit dan mengisi bahan bakar di Batam.

Jadi penerbangan dari Makassar memerlukan waktu 17 jam lima belas menit untuk sampai di Arab Saudi, ditambah proses imigrasi lima jam, istirahat satu atau dua jam di bandara KAA dan tujuh jam perjalanan Jeddah – Madinah. Total, para calon haji menghabiskan 29 jam untuk sampai di Madinah. (antaranews)

Untuk menambah pengetahuan silahkan simak juga:

http://oleholehhaji.net/2008/11/29/koreksi-seputar-amalan-di-musim-haji/

http://oleholehhaji.net/2008/11/15/haji-ke-baitullah/

http://oleholehhaji.net/2008/11/25/berhaji-tuk-meraih-ridha-ilahi/

http://oleholehhaji.net/2008/12/01/ikhlas-dalam-ibadah-haji-dan-ibadah-lainnya/

http://oleholehhaji.net/2009/10/28/bekal-bekal-penting-bagi-para-calon-jama%e2%80%99ah-haji/

http://oleholehhaji.net/2009/10/28/berakhlaq-mulia-di-tanah-suci/

http://oleholehhaji.net/2009/10/28/lebih-enak-haji-mandiri/

http://oleholehhaji.net/2009/10/29/manasik-haji-untuk-anda-2/

http://oleholehhaji.net/2009/11/03/kiat-sehat-bugar-selama-naik-haji/

http://oleholehhaji.net/2009/11/03/mengatasi-musin-dingin/

http://oleholehhaji.net/2009/11/02/jamaah-haji-persiapkan-diri-hadapi-musim-dingin/

 

Read Full Post »

Enam jemaah asal Aceh diserang demam dan bibir pecah-pecah akibat jarang mengonsumsi air minum sesuai batas kebutuhan yang ditentukan.

Hal itu dikemukakan Edi Zainuddin, seusai salat subuh di Mesjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, akhir pekan lalu. “Mereka cuma demam biasa, karena menahan minum air sesuai kebutuhan tubuh (minimal 8 liter per hari, Red) seperti yang diminta tim kesehatan haji Indonesia,” ujarnya.

Menurut Edi, jemaah yang menahan minum itu karena mereka takut “beser” alias sering buang air kecil. Akibat “beser” itu, mereka merasa ibadahnya terganggu karena terpaksa bolak-balik ke toilet. Sementara, saat waktu salat, toilet di sekitar Mesjid Nabawi selau antre akibat dipadati jemaah yang hendak berwudhu.

“Tapi, sekarang mereka kapok (jera-Red), karena telanjur demam dan bibir pecah-pecah. Sejauh ini, karena penyakitnya ringan, mereka berobat sendiri di pemondokan dengan obat-obatan yang dibawa dari Tanah Air. Alhamdulillah, beberapa orang dari mereka sudah mulai membaik,” katanya.

Edi mengatakan, pihaknya memang selalu diingatkan petugas haji Indonesia untuk rajin minum air putih, atau lebih dianjurkan air Zamzam, untuk menjaga kesehatan. “Ini agar kami tidak mudah terserang penyakit, seperti demam dan bibir pecah-pecah,” katanya.

Selain mengonsumsi air minum sesuai kebutuhan tubuh, jemaah asal Tanah Rencong ini mulai rajin senam pagi, setelah pulang dari Mesjid Nabawi menunaikan salat arba`in dan subuh. “Alhamdulillah, sesuai anjuran dokter Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), kini stamina jemaah kami sangat prima sehingga lancar melaksanakan ibadah,” ucapnya. (Yudhiarma,depag)

Simak juga informasi bermanfaat ini:

http://oleholehhaji.net/2009/11/03/mengatasi-musin-dingin/

http://oleholehhaji.net/2009/11/02/jamaah-haji-persiapkan-diri-hadapi-musim-dingin/

http://oleholehhaji.net/2009/11/02/siapkan-diri-di-musim-dingin/

http://oleholehhaji.net/2009/11/02/keletihan-bisa-berimbas-pada-kesehatan-jiwa/

http://oleholehhaji.net/2009/11/05/sekilas-tentang-keutamaan-masjidil-haram-makkah-al-mukarramah/

Read Full Post »

Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Sazli Nasution, di Medan, Rabu,4 November 2009, bahwa  gelang haji itu adalah salah satu identitas diri bagi calhaj asal Indonesia. Selain itu juga sebagai antisipasi  bila sewaktu-waktu jika terjadi musibah di Tanah Suci.

Beliau juga menyampaikan, agar jamaah calon haji (calhaj) selama berada di Tanah Suci guna menunaikan ibadah haji diingatkan supaya selalu menggunakan gelang identitas untuk memudahkan mengenali jamaah jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Gelang identitas yang diberikan kepada jamaah haji tersebut terbuat dari bahan “stainless steel” yang tidak mudah terbakar dan terukir bendera merah putih, kode embarkasi, nomor kloter, paspor, serta nama jamaah. Sehingga sifatnya sangat pribadi, tidak bisa sama antara satu jamaah dengan jamaah yang lainnya.

Gelang tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada jamaah itu, saat jamaah memasuki asrama haji sebelum  hari keberangkatan. Ingat, gelang ini bukan sekadar hiasan, namun berfungsi untuk mengenali asal jamaah serta asal kloter.

Dalam kondisi-kondisi darurat seperti calhaj terkena musibah kebakaran, atau tersesat dalam kerumunan yang mengakibatkan identitas lainnya hilang, maka gelang itu menjadi sebagai petunjuk terakhir untuk mengenali jamaah.

Selain itu, gelang ini memudahkan baik jamaah maupun petugas haji, karena mereka tidak perlu membawa paspor cukup dengan gelang identitas. Berbeda dengan paspor, bila hilang tentu akan repot urusannya, mengurusnya bisa lama.

contohgelanghaji

Gambar gelang haji untuk jamaah haji indonesia.

Warna baju seragam jammah haji, gelang, dan tanda lainnya hendaknya diperhatikan oleh segenap jamaah haji. Mengingat banyak tindak kejahatan terhadap jamaah haji terjadi karena jamaah tersebut tidak curiga dengan pelaku. Warna baju buatan baru tentu berbeda dengan baju tahun yang lalu, demikian pula gelang, yang baru tampak jelas tulisannya, sedangkan yang lama pudar bahkan hampir tak terlihat tulisannya.

Tahun 2007 saat kami bertugas sebagai pelayan haji, mengetahui adanya tindakan kejahatan di masjidil haram Makkah dari seorang anggota keamanan yang bertugas melayani dan mengawai jamaah. Pelakunya menggunakan gelang baju tahun 2006 juga ada yang tahun 2003. Tertangkap tangan membawa sejumlah HP, uang real yang tidak tersusun dengan rapih (seperti asal dimasukan ke dalam saku), dan beberapa perhiasan.

Untuk itu, pesan kami, jangan remehkan gelang haji. Dan waspadalah terhadap orang yang mencurigakan saat Anda berhaji. Semoga bermanfaat.

Read Full Post »

Jika harus sedia payung saat mendung, bekal obat-obatan mesti dibawa ketika pergi haji. Itulah yang selalu ditekankan dr Eddy Suyanto SpF SH kepada calon jamaah haji (CJH) yang didampinginya. Terutama, mereka yang menderita hipertensi dan diabetes melitus yang harus rutin minum obat.

“Jangan sampai jatuh sakit ketika berada di tanah suci karena obatnya tak dibawa,” kata dokter kloter salah satu KBIH di Surabaya tersebut.

Selain obat wajib, CJH harus membawa obat komplementer. Misalnya, obat sakit kepala, diare, batuk, dan sebagainya. Memang, dokter kloter ataupun pos kesehatan menyediakan obat-obatan itu. Namun, ada kalanya CJH hanya cocok atau merasa sembuh bila sudah menenggak jenis obat tertentu. Untuk kasus tersebut, CJH diminta membawa obat sendiri. “Membawa obat seperlunya saja. Jangan berlebihan, nanti malah disita oleh petugas imigrasi,” tutur Eddy.

Selama empat kali menjadi dokter kloter, Eddy mengatakan mendapatkan banyak pengalaman. Terutama, menangani CJH yang sakit selama berada di tanah suci. Karena itu, dia sering memberi tahu CJH yang didampingi untuk tidak ngotot berjalan sendiri jika memang lelah. Terutama, mereka yang lanjut usia atau yang menderita penyakit tertentu. (ai/ib)

Yang ini bagus untuk dibaca:

http://oleholehhaji.net/2008/11/25/berhaji-tuk-meraih-ridha-ilahi/

http://oleholehhaji.net/2008/12/01/ikhlas-dalam-ibadah-haji-dan-ibadah-lainnya/

http://oleholehhaji.net/2009/10/28/bekal-bekal-penting-bagi-para-calon-jama%e2%80%99ah-haji/

http://oleholehhaji.net/2009/10/28/berakhlaq-mulia-di-tanah-suci/

http://oleholehhaji.net/2009/10/28/lebih-enak-haji-mandiri/

http://oleholehhaji.net/2009/11/03/kiat-sehat-bugar-selama-naik-haji/

 

http://oleholehhaji.net/2009/11/03/mengatasi-musin-dingin/


Read Full Post »

Untuk Gelombang Kedua, Antisipasi Musim Dingin

GELOMBANG pertama pemberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci tuntas besok (6/11). Itu berarti sesuai rencana. Tak ada kloter yang tertunda sehingga memundurkan jadwal. Gelombang pertama itu langsung disusul pemberangkatan gelombang kedua yang dijadwalkan 8 November. Jamaah gelombang kedua langsung tiba ke Makkah.

Pemberangkatan gelombang kedua berbeda dengan gelombang pertama. Selain langsung ke Makkah, semua jamaah haji mendarat di Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah. Pada gelombang I lalu separo jamaah mendarat di Jeddah dan separo mendarat di Madinah. Mereka kemudian sama-sama tinggal di Madinah sembilan hari.

Karena semua jamaah gelombang kedua mendarat di Jeddah, lalu lintas penerbangan di Bandara KAA diperkirakan semakin padat. Puncaknya terjadi seminggu sebelum wukuf di Arafah. Jamaah diimbau untuk bersabar bila saat itu terjadi antrean sangat lama di pintu keluar bandara. Saat ini saja jamaah harus menunggu sekitar empat jam untuk keluar dari bandara.

Kepala Daerah Kerja Jeddah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid sudah menyiapkan antisipasi. Bus yang akan mengangkut jamaah ke Makkah ditambah. Dengan demikian, tidak terjadi penumpukan jamaah di bandara. Pengaturan pemondokan di Makkah juga dirapikan. Ini karena saat itu juga datang jamaah dari Madinah.

Antrean panjang di pintu keluar bandara terjadi karena lamanya pemeriksaan dokumen dan barang-barang penumpang. Secara berurutan jamaah harus melewati pemeriksaan barang kemudian sidik jari dan foto, setelah itu baru pengecekan dokumen. Untuk setiap jamaah dibutuhkan waktu tujuh menit. ”Itu kalau keadaan normal,” ujar Subhan.

Jamaah gelombang II akan mengalami kondisi berbeda dengan gelombang pertama. Sangat mungkin mereka mengalami puncak musim dingin ketika di Madinah nanti. Puncak musim dingin diperkirakan terjadi pada Desember. Karena itu, Kepala Daerah Kerja Madinah Ceppi Supriatna mengingatkan jamaah agar membawa baju hangat.

Dijadwalkan, jamaah haji gelombang kedua berada di Makkah sekitar sebulan. Pada 9 Desember 2009 mereka baru diberangkatkan ke Madinah. Saat itulah mereka merasakan puncak musim dingin.

Sementara itu, pemberangkatan jamaah haji dari Madinah ke Makkah terus berlangsung. Sejauh ini, kata Kadaker Makkah Subakin A.M., tidak ada persoalan yang berarti. Kekurangan yang ditemukan langsung dibenahi. Yang penting jamaah mendapat tempat yang layak dan transportasi memadai.

Direncanakan, pemberangkatan jamaah haji dari Madinah akan berakhir 15 November. Setelah itu Madinah dikosongkan dari jamaah haji Indonesia sampai 30 Desember. (kum,jawapos.com)

Yang ini juga penting, silahkan simak:

http://oleholehhaji.net/2008/11/15/haji-ke-baitullah/

http://oleholehhaji.net/2008/11/25/berhaji-tuk-meraih-ridha-ilahi/

http://oleholehhaji.net/2008/12/01/ikhlas-dalam-ibadah-haji-dan-ibadah-lainnya/

http://oleholehhaji.net/2009/10/28/bekal-bekal-penting-bagi-para-calon-jama%e2%80%99ah-haji/

http://oleholehhaji.net/2009/10/28/berakhlaq-mulia-di-tanah-suci/

http://oleholehhaji.net/2009/10/28/lebih-enak-haji-mandiri/

http://oleholehhaji.net/2009/10/29/manasik-haji-untuk-anda-2/

http://oleholehhaji.net/2009/11/03/kiat-sehat-bugar-selama-naik-haji/

http://oleholehhaji.net/2009/11/03/mengatasi-musin-dingin/

http://oleholehhaji.net/2009/11/02/jamaah-haji-persiapkan-diri-hadapi-musim-dingin/

http://oleholehhaji.net/2009/11/02/siapkan-diri-di-musim-dingin/

http://oleholehhaji.net/2009/11/02/keletihan-bisa-berimbas-pada-kesehatan-jiwa/

Read Full Post »

Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI) Subakin AM mengingatkan lagi kepada para jemaah haji Indonesia agar sepulang dari menunaikan ibadah haji nanti tidak membawa barang-barang berlebihan.

“Berat bagasi maksimal 32 kilogram dan barang bawaan satu tas jinjing,” ujarnya saat diskusi dengan tim Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD) yang dipimpin Ketua Komite III (Urusan Pendidikan dan Agama) Sulistiyo MPd di Jeddah, Selasa.

Dalam pertemuan itu Sulistiyo meminta agar pihak-pihak terkait penyelenggaraan ibadah haji agar mengkomunikasikan peraturan tersebut agar dipahami oleh para jemaah haji.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kata Sulistiyo, sejumlah jemaah dikecewakan, karena mereka semula diberitahu oleh oknum-oknum tertentu bahwa barang bawaan mereka yang tidak bisa diangkut dengan pesawat akan dikirimkan ke alamat masing-masing.

Namun kemudian barang-barang tersebut tidak pernah sampai ke alamatnya, karena maskapai penerbangan yang dititipi tidak menerima perintah pengiriman dan tidak mengenal siapa yang membayar ongkosnya, apalagi sebagian barang-barang itu berupa makanan atau kurma sudah tidak layak dikonsumsi sehingga harus dimusnahkan.

“Kalau memang tidak bisa, katakan dengan tegas agar jemaah haji tidak melanggar ketentuan berat bagasi dan barang bawaan itu,” kata Sulistiyo mengingatkan.

Mengenai persiapan makan bagi jemaah calhaj saat wukuf di Arafah dan melontar jumrah di Mina, Subakin mengemukakan bahwa pada musim haji kali ini menggunakan sistem prasmanan, karena nasi kotak banyak dikeluhkan oleh para jemaah pada tahun-tahun sebelumnya.

“Ada yang merasa kurang, ada pula yang merasa menunya tidak cocok dengan selera,” ujarnya.

Sistem prasmanan, menurut dia, tentu saja ada kelemahannya, misalnya jemaah harus berebut sehingga ada yang mendapatkan lebih, tetapi ada pula yang tidak kebagian.

Mengatasi hal itu, ia akan meminta penyelenggara (makhtab) menyediakan makanan secara bertahap, begitu hampir habis langsung ditambah, juga demi menghindari antrian, untuk setiap 250 jemaah disiapkan tujuh meja untuk tempat hidangan.(n.Sunarto, http://www.depag.go.id)

Read Full Post »

Pemerintah Arab Saudi menyiapkan dua juta eksemplar Alquran untuk jemaah yang menunaikan ibadah haji tahun ini. Secara keseluruhan, setiap tahun, 10.000.000 Alquran disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia.

Tim Media Center Haji (MCH) Arab Saudi, Sekretaris Daerah Kerja (Daker) Madinah Mukholih Jimun dan petugas Daker Madinah Samsul Ali, memperoleh kesempatan berkunjung ke Komplek Percetakan Alquran Raja Fahd di Madinah Al-Munawarah, Senin (26/10). Lembaga yang dalam bahasa Arab disebut Mujamma` al-Malik Fahd Li Thiba`a al-Mushaf al-Syarif Madinah al-Munawarah ini, berada di bawah naungan Kementerian Urusan Agama Islam Kerajaan Arab Saudi.

Dalam kesempatan tersebut, tim MCH yang terdiri atas 6 wartawan masing-masing diberikan 1 mushaf Alquran dan Terjemahnya oleh pihak percetakan. Dalam Alquran yang mencantumkan nama pengurus Yayasan Penyelenggara Penerjemah (Penafsir) Alquran Indonesia seperti almarhum Prof T.M. Hasbi Ashhshiddiqi dan kawan-kawan ini, terdapat tulisan “Wakaf Dari Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Abdullah bin Abdul Aziz Ali Sa`ud”.

Menurut Sekretaris Daker Madinah Mukholih Jimun, jutaan Alquran itu dibagikan oleh Kerajaan Arab Saudi melalui Komplek Percetakan Alquran Raja Fahd di Madinah Al-Munawarah. Inilah yang mendorong para jemaah haji antusias mendatangi komplek percetakan sebagai salah satu dari tujuan ziarah (wisata spiritual) di Kota Suci.

Percetakan Alquran terbesar di dunia itu, terletak di jalan menuju Kota Tabuk, atau sekira 10 kilometer dari Madinah. Percetakan yang bersebelahan dengan pusat pelatihan tempur tentara Kerajaan Arab Saudi ini didirikan pada bulan Safar 1405 Hijriyah atau 1984 Masehi.

“Komplek percetakan ini diresmikan Malik Fahd atau Raja Fahd, karena itu dinamakan `Kompleks Malik Fahad`,” ucap pegawai publikasi Kompleks Malik Fahd, Syeikh Ahmad yang menerima tim MCH Arab Saudi. Tak tanggung-tanggung, percetakan Alquran itu sangat luas. Yakni, mencapai 250.000 meter persegi yang dilengkapi puluhan gedung bertingkat.

Gedung itu antara lain, terdiri atas pabrik percetakan, asrama pengurus, perbengkelan mesin, poliklinik, kafetaria, gudang penyimpanan hasil produksi, dan gudang pemusnahan mushaf Alquran yang cacat produksi.
Ada juga gedung pusat pelatihan pegawai, pusat pengembangan “dirasat” (pembelajaran) Alquran, asrama pegawai, penginapan tamu, ruang pejabat tinggi negara, tempat pembuatan CD, VCD, dan DVD Alquran, ruang produksi video sejarah Alquran untuk para tamu, dan sebagainya.

Di lantai 2 gedung tersebut, terdapat ruang pengawasan kualitas hasil cetak Alquran. Selain itu, juga ada lemari-lemari raksasa untuk menyimpan koleksi Alquran dari berbagai bahasa yang pernah diterbitkan percetakan tersebut. “Kalau di lantai satu merupakan lokasi percetakan dengan 1.700 petugas, maka lantai dua ada ruang kontrol Al-Quran dengan 450 pengawas,” kata Syeikh Ahmad.

Karena itu, percetakan Alquran ini kerap disebut sebagai yang terbesar di dunia. Yakni, dengan kapasitas cetak sekira 30 juta eksemplar per tahun. Menurut Ahmad, selain cetakan tertulis, Alquran juga diproduksi dalam berbagai bentuk, seperti peranti elektronik berupa CD (compact disk) dan kaset.

“Cetakannya pun bervariasi, ada kategori 30 juz (1 jilid), 5 juz (enam jilid), dan satu juz (30 jilid). Sejak berdiri tahun 1984 sampai sekarang, 240 juta jilid Al-Quran sudah dihasilkan dan dibagikan ke seluruh penjuru dunia,” ucapnya.

Untuk kepentingan syiar Islam, Percetakaan Mushaf Alquran Kompleks Raja Fahd ini juga mencetak Alquran beserta terjemahnya ke dalam 53 bahasa. Di antaranya, bahasa Afrika seperti bahasa Zulu dan sebagainya; Arab; Indonesia, Thailand, Jepang, Cina dan bahasa Asia lainnya; Inggris, Spanyol, Urdu, dan lain-lain.

Alquran ini dibagikan secara gratis, baik melalui pengiriman langsung ke negara-negara yang bersangkutan, maupun dibagikan di Arab Saudi saat umat Islam menunaikan ibadah haji.

“Alhamdulillah, program kami mencetak Alquran dan terjemahnya dalam 53 bahasa sudah terlaksana. Alquran yang model ini kami bagikan secara gratis. Untuk musim haji tahun ini, kami bagi dua juta jilid. Semoga Allah memudahkan semua urusan ini,” kata Syeikh Ahmad.

Selain mencetak Alquran, tutur dia, pihaknya mencetak jurnal kajian Alquran dan Assunnah (hadis nabi). “Termasuk jurnal bantahan untuk meluruskan hal-hal yang berkaitan dengan Alquran, dan hasilseminar tentang Alquran,” katanya. (Yudhiarma, http://www.depag.go.id)

Read Full Post »

RENCANA PERJALANAN HAJI TAHUN 1430 H
(BERDASARKAN KALENDER UMMUL QURO ARAB SAUDI)
MASA PEMBERANGKATAN/PEMULANGAN 28 HARI
NO. TANGGAL KEGIATAN
MASEHI HIJRIAH
1 25 Oktober 2009 06 Dzulqa’dah 1430 Calon jemaah haji masuk asrama haji
2 26 Oktober 2009 07 Dzulqa’dah 1430 Awal pemberangkatan calon jemaah haji Gelombang I dari tanah air ke Madinah/Jeddah
3 04 Nopember 2009 16 Dzulqa’dah 1430 Awal jamaah haji Gelombang I dari Madinah ke Makkah
4 07 Nopember 2009 19 Dzulqa’dah 1430 Akhir calon jemaah haji Gelombang I dari tanah air ke Madinah/Jeddah pukul 24.00 WAS
5 08 Nopember 2009 20 Dzulqa’dah 1430 Awal calon jemaah haji Gelombang II dari tanah air ke Jeddah
6 16 Nopember 2009 28 Dzulqa’dah 1430 Akhir calon jemaah haji Gelombang I dari Madinah ke Makkah
7 21 Nopember 2009 04 Dzulhijjah 1430 Akhir pemberangkatan calon jemaah haji Gelombang II dari tanah air ke Jeddah
8 21 Nopember 2009 04 Dzulhijjah 1430 Clossing Date KAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS)
9 25 Nopember 2009 08 Dzulhijjah 1430 Hari Tarwiyah
10 26 Nopember 2009 09 Dzulhijjah 1430 Wukuf di Arafah (Hari Kamis)
11 27 Nopember 2009 10 Dzulhijjah 1430 Idhul Adha 1430 Hijriyah
12 28 Nopember 2009 11 Dzulhijjah 1430 Hari Tasyrik I
13 29 Nopember 2009 12 Dzulhijjah 1430 Hari TasyrikII (Nafar Awal)
14 30 Nopember 2009 13 Dzulhijjah 1430 Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)
15 01 Desember 2009 14 Dzulhijjah 1430 Awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang I dari Makkah ke Jeddah
16 02 Desember 2009 15 Dzulhijjah 1430 Awal pemulangan jemaah haji Gelombang I dari Jeddah ke tanah air
17 03 Desember 2009 16 Dzulhijjah 1430 Awal kedatangan jemaah haji di tanah air
18 06 Desember 2009 19 Dzulhijjah 1430 Awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Mekkah ke Madinah.
19 13 Desember 2009 26 Dzulhijjah 1430 Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang I dari Mekkah ke Jeddah.
20 14 Desember 2009 27 Dzulhijjah 1430 Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang I dari Jeddah ke tanah air
21 15 Desember 2009 28 Dzulhijjah 1430 Awal pemulangaan jemaah haji Gelombang II dari Jeddah/Madinah ke tanah air.
22 18 Desember 2009 01 Muharram 1431 Tahun Baru Hijriyah 1431
23 21 Desember 2009 04 Muharram 1431 Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Mekkah ke Madinah
24 29 Desember 2009 12 Muharram 1431 Akhir pemulangan jemaah haji Gelombang II dari Jeddah/Madinah ke tanah air
25 30 Desember 2009 13 Muharram 1431 Akhir kedatangan jemaah haji di tanah air

1, Masa Operasi Pemberangkatan              : 28 hari

2. Masa Operasi Pemulangan                     : 28 hari

3. Gelombang I                                       : 13 hari

4. Gelombang II                                      : 15 hari

5. Masa Tinggal Jemaah Haji di Arab Saudi   : 39 hari

Sumber: http://www.informasihaji.com

Read Full Post »

barcerpulang1

barcerpulang

Dua gambar diatas adalah tumpukan barang jamaah haji tercecer di KAAI (dok.2007)

Menunaikan ibadah haji memang ibadah yang penuh berkah. Berapa kali dalam sehari jamaah pergi ke Masjidil Haram baik untuk menunaikan ibadah salat fardlu atau ibadah sunnah? Tidak terhitung kiranya.

Tapi ibadah haji tentu bukan hanya perihal urusan ibadah saja. Seperti kita tahu, para jamaah tentu tidak lupa dengan urusan dunia, terutama yang satu ini nih, mencari oleh-oleh atau kenang-kenangan untuk handai taulan. Tanyakan kepada saudara dan sahabat Anda yang pernah berangkat ke sana. Pasti mereka membawa banyak oleh-oleh kan? Dan yang pasti air zam-zam tentunya.

Membawa oleh-oleh, tentu hal ini juga penting, bukan? Sehingga penting bagi kami untuk menyampaikan artikel terkait barang bawaan. Mengingat beberapa tahun terakhir ini banyak jamaah yang salah perhitungan dalam masalah bagasi, sehingga tertinggal percuma di Bandara kepulangan. Seperti foto di atas, hanya sebagian kecil dari kejadian barang bawaan jamaah haji yang tidak terangkut yang berhasil kami rekam pada tahun 2007.  Tentu jumlah bawaan ditahan lebih banyak ketika pulang. Dan jumlahnya berton-ton. Kenapa ini selalu terjadi? tentunya masing-masing kita mulai mengkoreksi dan mengantisipasinya bila kita, keluarga, maupun kerabat kita akan berangkat  berhaji.

Berikut ini hal-hal yang menurut kami penting diingat bila Anda akan beribadah haji di tahun mendatang dan berencana membawa bawaan atau oleh-oleh dari sana.

Aturan Bagasi dalam Penerbangan

* Setiap penerbangan mengenal aturan maksimum bagasi, setiap orang berhak membawa 1 (satu) koli bagasi yang beratnya maksimal 32kg dan MAKSIMAL 1 tentengan tas tangan atau dompet atau bawaan lainnya (singkatnya 2 tas kecil) yang boleh dibawa ke kabin (ke atas tempat duduk penumpang). Pengangkutan jamaah haji juga berlaku sama, namun lihat poin di bawah.

* Namun karena sifat pengangkutan jamaah haji, yang maaf, jumlahnya sangat massal, maklum para jamaah biasanya dari kampung dan biasanya belum pernah naik pesawat seumur hidupnya (ini fakta!), maka aturan-aturan ini akan dipertegas dan dibuat seragam, sehingga terkesan sangat menakutkan bagi para jamaah. Contohnya, pihak penerbangan agak cenderung memaksa PPIH atau Daker di Jeddah atau Madinah untuk membongkar ulang koper dan memeriksa isi jamaah. Ini sangat bisa terjadi. Berbeda dengan penerbangan umum, kan? Biasanya yang diperiksa hanya tas tentengan saja demi keamanan penerbangan. Pengalaman penulis ketika menumpang penerbangan umum bahkan ke negera yang ketat seperti Amerika Serikat, pemeriksaan terketat justru pada orang yang terbang dan tas tentengan, dan bukan bagasi. Tetapi kasus jamaah ini tentu bisa dimaklumi, karena sifatnya yang massal, dan mungkin pengetahuan jamaah yang terbatas atau untuk mencegah kelalaian, misalnya mengepaknya kurang rapi dan menyertakan air zam-zam dalam jumlah besar, maka pencegahan tentu lebih baik daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

* Mengikuti poin sebelumnya, biasanya pihak penerbangan menegaskan koper bagasi harus mempunya logo pihak penerbangan, misal Garuda Indonesia atau Saudi Arabia Airlines. Bila koper tidak ada logonya, mungkin bisa tolak. Dan, dalam penerbangan haji, sampai saat ini saya belum tahu kalau para jamaah bisa membayar oversized baggage (kelebihan bagasi) seperti dalam penerbangan umum. Hal ini mungkin diambil untuk efisiensi pengaturan dan mempercepat serta mempermudah pengangkutan jamaah. Tapi sayangnya, hal ini tentu berdampak banyak bawaan yang tidak terangkut karena kurangnya pengetahuan para jamaah haji pada umumnya.

* Dalam penerbangan umum, biasanya ada larangan membawa cairan yang melebihi 100 ml (mili liter) ke atas kabin. Aturan ini dibuat untuk mencegah terjadinya kejahatan dan terorisme di pesawat. Tapi, mungkin aturan ini justru kurang ketat dalam penerbangan haji. Tapi aturan ini bisa saja diterapkan. Jadi, lebih baik tidak usah membawa, deh. Setiap penerbangan kita mendapat jatah makan dan minum yang cukup, kok. Bahkan Anda bisa meminta minum lagi pada pramugari atau pramugara, seandainya Anda haus. Ssst, tapi jatah makanan ya seadanya itu (tapi biasanya kenyang kok!) Kalau kurang, ya siap-siap aja.

Membawa air zam-zam?

* Setiap jamaah biasanya diberi jatah (atau hadiah) air zam-zam oleh pemerintah Saudi Arabia. Masing-masing mendapat sebuah botol 5 liter, per orang. Air ini akan diberikan ketika jamaah mendarat di tanah air.

* Bila Anda berniat membawa tambahan zam-zam, kami mengajurkan jangan. Tapi bagaimana pak, saudara saya aja 20 orang, nanti bila mereka minta air zam-zam pasti sudah habis. Bagaimana dengan tetangga dan teman-teman lain.

* Tapi bila Anda ingin memaksa, maklum zam-zam yang dicari sendiri.  Penulis menyarankan agar jumlahnya jangan terlalu banyak , 5 liter cukup lah. Kalau pasangan berdua membawa, plus hadiah zam-zam tadi, kan sudah 20 liter, cukup kan? Lalu caranya bagaimana? Berikut tips dari kami, karena penulis pernah melakukannya.

o Cari jirigen atau tempat air yang kuat, andaikan ditumpuk dan dibanting-banting tidak akan bocor. Bagasi biasanya akan terbanting dan ditumpuk oleh porter atau mesin. Jadi asumsikan yang terburuk.

o Bungkus tempat air tersebut dengan isi koper yang bisa melindungi dan empuk.

o Ikat rapat dan baik-baik. Sekali lagi usahakan ikat yang sangat rapi, sehingga tidak mudah lepas. Dan tempat air tersebut dapat disembunyikan.

o Sembunyikan atau usahakan tempat air tersebut tidak terlihat seandainya nanti akan dibuka.

* Bila semua sudah Anda siapkan, usahakan mencari pinjaman timbangan, atau bisa pula ditenteng dan ditimang-timang. Usahakan tidak lebih dari aturan penerbangan, yaitu 32kg per orang per koper bagasi.

* Bila semua sudah diusahakan namun Anda terpaksa harus menurunkan air zam-zam, ya sudah ikhlaskanlah. Anda sebenarnya sudah mematuhi segala aturan, apalagi kalau Anda sudah berusaha agar bawaan Anda sangat-sangat aman. Namun itulah resiko jadi jamaah haji Indonesia.

* Ada cara yang bisa ditempuh bila tetap ingin membawa air zam-zam yang kita ambil langsung dengan tangan kita sendiri dan jumlahnya banyak, yaitu dengan mengirimnya melalui jasa angkutan (cargo kapal). Datang nya sekitar 3 bulanan, harganya sekitar 3-10 real/kg, tergantung tempat pengiriman dan alamat kirim di Indonesia. Penting, berilah plastik  pengaman (save wrap) yang biasa ada disekitar tempat pengambilan air zam-zam pada masing-masing jirigen (harga antara 4-6 real). Selamat mencoba.

Oleh-Oleh Lain

* Yah, banyak sekali jamaah yang pingin membawa banyak jenis barang lain. Ini dari Mekkah lho! Tasbih, siwak, kacang arab, kurma, karpet.

* Nggak perlulah beli karpet di sana. Beli di Indonesia juga sama, asal bisa cari kualitas bagus dan jangan yang abal-abal, pasti barangnya sama dengan yang ada di Mekkah sana. Sayang, kalau sampai karpetnya ditahan di bandara. Begitu pula barang-barang lain, kalau bisa dibeli di tanah air, syukur lah beli di sini. Apalagi bawa oleh-oleh ini kan hukumnya tidak wajib. Tapi bila rasanya kurang pantas tidak bawa oleh, ya beli di tanah air saja. Tidak semua tetangga tahu kan susahnya bawa oleh-oleh dari Arab, belum mahalnya itu lo! Makanya, beli secukupnya buat sanak saudara, dan sisanya beli di tanah air.

* Makanan, tanaman, atau barang yang eksotis. Dalam hal ini perlu diperhatikan, bahwa penerbangan sangat ketat dengan makanan, hewan, tanaman, dan hal-hal lain yang bisa membahayakan penerbangan. Usahakan menghindari membawa barang-barang ini.

Demikian, mudah-mudahan tips ini berguna bagi Anda. Atau, bisa pula Anda sampaikan kepada keluarga dekat Anda yang akan menunaikan ibadah haji. Lebih baik hati-hati dan jaga-jaga daripada tidak tahu sama sekali. (dikutip dari ceritahaji.com dengan perubahan dan penambahan)

Bingung mencari oleh-oleh haji? Anda kami persilahkan melihatnya di http://haji.web.id, siapa tahu ada yang Anda butuhkan. Insya Allah bea kirim kami perhitungkan menyesuaikan dengan jasa expedisi yang paling murah namun tetap baik dalam layanannya (menyesuaikan alamat kirim Anda). Terima kasih

Read Full Post »

Older Posts »