Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘pelayanan haji’

Gambar 1. Tempat Wudlu Gate 21

Jangan kaget bila Anda  masuk ruang tempat wudlu ini, kenapa?

Gambar 2. Tempat wudlu lama sekitar Gate 4-8

Bila Anda mendapat ruang tunggu di sekitar Gate 4-8, ruang wudlu yang akan Anda dapati sangat familier sebagaimana keadaan di Indonesia.

3. Gambar Kloset/WC di Bandara KAAI


Dengan keadaan WC di atas tanpa yang tanpa bak, ember, juga gayung, jangan sampai membuat Anda panik, manfaatkan saja. Jika membutuhkan air, tingggal putar kran secukupnya lalu arahkan selang sesuai kebutuhan. Adapun untuk menyiramnya silahkan lihat gambar dbawahnya.

Gambar 4. Tampungan Air

Cara menggunakan tampungan air untuk menyiram sangat mudah, tarik gantungan pada tali tampungan (lihat tanda panah) ke bawah, air akan mengalir ke arah kloset.

Gambar 5. Tempat Mandi = Bukan Tempat BAB

Yang perlu diperhatikan bila Anda menggunakan fasilitas ruang WC maupun wudlu di bandara adalah:

1. Kran Wudlu pada gambar 1. jangan diputar tapi ditekan, air akan segera keluar.

2. Jangan bingung bila tiba-tiba air wudlu mendadak mati, tekan saja kembali,  maka air pun akan mengalir kembali.

3. Jangan bingung untuk matikan kran, biarkan saja, karena secara otomatis kran akan menutup dan air pun berhenti mengalir.

4. Agar tidak terpeleset, berhati-hatilah saat naik dan turun tempat wudlu.

5. Waspada barang pribadi hilang, jangan tinggalkan apapun baik di WC maupun tempat wudlu, karena yang masuk ke dalam ruang ini tidak hanya jamaah haji Indonesia.

6. Jangan buang hajat atau BAB pada tempat mandi (gambar 5). Kasihanilah jamaah lainnya

7. Jaga barang saat masuk WC, karena sangat sering HP, dompet, atau benda penting lainnya terjatuh dan masuk kedalam lubang kloset. Kalau sampai terjadi??? Mana tahan….

Advertisements

Read Full Post »

Gambar 1.  BPHI Gate 21 Bandara KAAI

Gambar 2. Ruang Pelayanan Kesehatan

Gambar 3. Layanan Cepat Ambulan BPHI Bandara KAAI non stop 24 jam

Read Full Post »

Bin Jawi Saingi Bin Laden dan Bin Dawood

Orang Indonesia tak kalah kreatif dengan konglomerat Arab. Seorang warga Jawa Barat ingin menyaingi Bin Laden Group dan Bin Dawood dengan membuka Bin Jawi. Tempat operasinya pun cukup elite, di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Di bandara itu pula Bin Laden Group menjadi salah satu operator. Sehingga, setiap saat karyawan Bin Laden melihat konter Bin Jawi.

Bin Laden sudah merajai pembangunan infrastruktur di Arab Saudi termasuk di kawasan Haram, Mekah. Tugu kitab suci Alquran yang sangat megah di gerbang kota Mekah dari arah Jeddah juga dibangun konglomerat yang namanya sering dikait-kaitkan dengan terorisme. Atas jasanya itu, Raja Arab Saudi menghadiahinya tanah di sekitar tugu.

Bin Dawood merajai bisnis ritel. Pasar swalayannya untuk kalangan menengah-atas tersebar di mana-mana. Namanya nyaris menjadi ikon hipermarket di Arab Saudi. Meski demikian, Bin Jawi tak ciut nyali. Sekarang memang masih kecil. Bahkan tak ada seujung kukunya Bin Dawood dan Bin Laden. Tetapi krativitasnya tak mau kalah.

Konter makanan ringan dan minuman yang dibuka di Bandara Jeddah bukan hanya akrab di telinga jemaah haji Indonesia. Jemaah dari negara-negara lain juga sering menyerbu konter di pintu kedatangan dan kepulangan jemaah haji tersebut. Belakangan Bin Jawi menambah pelayanan dengan mobil bandara mendatangi tempat-tempat peristirahatan jemaah. Mobil itu biasanya dipergunakan untuk mobilitas karyawan bandara dan Bin Laden.

Penggunaan mobil bandara bertenaga accu itu untuk berjualan itu hanya dilakukan oleh Bin Jawi. Pemilik konter lannya tidak ada yang melakukannya. “Kita kan menyewa tempat di bandara. Kita diperbolehkan menggunakan mobil ini,” kata Lukman, salah seorang sales Bin Jawi. Penggunaan mobil bandara itu mampu menyedot lebih banyak perhatian jemaah dibanding hanya menggunakan konter.

Banyak jemaah yang baru turun dari bus memanfaatkan warung mobil tersebut. Sebagian besar membeli minuman. Kopi Nescafe atau teh dijual SR 2 Rp 5.000). Kalau mau kopi susu hanya SR 3 (Rp 7.500). “Kalau mau Indomie juga ada. Diseduh langsung dimakan,” kata Lukman berpromosi. Mobil Lukman pun selalu dikerumun jemaah. (Baehaqi) Depag.go.id

Read Full Post »

Warga yang belum memperoleh kesempatan menunaikan ibadah haji sampai kini tidak perlu kecewa, karena pemerintah Arab Saudi terus membangun prasarana dan melengkapi fasilitas peribadatan demi kelancaran dan kenyamanan jemaah yang akan menunaikan Rukun Islam kelima itu.

Mulai musim haji 1431H (2010), angkutan monorel yang menghubungkan Kota Suci Mekah dan lokasi peribadatan haji di Mina, Muzdalifah dan Mekah direncanakan sudah akan beroperasi, sehingga pemeritah Arab Saudi dan jemaah calon haji tidak akan dipusingkan lagi oleh kemacetan lalu-lintas yang terjadi sepanjang musim haji dari tahun ke tahun.

Bayangkan, untuk menempuh jarak enam kilometer dari Mina ke Masjidil Haram di Mekah saja, diperlukan waktu tiga sampai lima jam untuk menembus kemacetan lalu-lintas di jalan akses yang harus dilewati.

Pemerintah setempat bukan tidak berupaya mengatasi kemacetan lalu-lintas dengan membangun sejumlah terowongan (underpass) dan jembatan layang (flyover), tetapi pada saat tiga juta umat muslim tumplek berbarengan pada musim haji, memang hampir mustahil untuk menghindari hambatan ini.

Akibatnya, ratusan ribu jemaah usai melontar jamrah di Mina, lebih memilih berjalan kaki ketimbang naik kendaraan, ke Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf dan Sai atau sebaliknya, menuju Mina seusai Tawaf dan Sai di kompleks Masjidil Haram.

Melontar Jamrah dan Tawaf (Mengitari Kabah tujuh kali) serta Sai (berjalan dan lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah) wajib hukumnya dalam ibadah haji, jika tidak dikerjakan, harus membayar dam atau denda berupa ternak kurban.

Pada tahun pertama (2010), menurut Wakil Menteri Urusan Perkotaan dan Pedesaan Habib Zein Al-Abidin, monorel direncanakan untuk mengangkut setengah juta orang selama pengoperasian antara enam sampai delapan jam sehari.

Kehadiran sistem angkutan monorel sekaligus juga akan menandai berakhirnya penggunaan sekitar 30.000 unit bus-bus dan kendaran-kendaraan kecil lain yang digunakan untuk layanan angkutan jemaah haji selama ini.

“Angkutan monorel akan menekan beban masalah lalu-lintas di lokasi-lokasi peribatahan haji dan mempercepat calon haji tiba di tujuan dan lebih nyaman,” tutur Habib Zein. Jika proJek ini dinilai berhasil, jaringan angkutan monorel akan dikembangkan terus di luar lolasi-lokasi peribadatan haji.

Studi Kelayakan juga sedang dilakukan untuk memperluas jaringan monorel ke stasiun dekat Masjidil Haram, Mekah yang menghubungkan kedua Kota Suci, Mekah dan Madinah ( berjarak sekitar 420 Km). Saat ini diperlukan waktu lima sampai tujuh jam berkendaraan bus untuk mencapai Mekah dari Madinah atau sebaliknya.

ProJek bernilai multi milyaran Riyal (tahap pertama SR 6,7 milyar atau sekitar Rp167,5 triliun) yang merupakan kerja sama antara Arab Saudi dan China dirancang untuk mengangkut lima juta penumpang.

Proyek di Armina

Selain membenahi sistem transportasi, pemerintah Arab Saudi juga terus menambah dan meningkatkan prasarana dan fasilitas layanan haji di ketiga tempat peribadatan yakni di Padang Arafah, Mina dan Muzdalifah (Armina). Padang Arafah (sekitar 7 Km dari Mina) adalah lokasi Wukuf yang merupakan puncak ritual haji atau wajib dikerjakan, jika tidak, tidak sah hajinya.

Acara melontar jamrah saat ini juga sudah jauh lebih nyaman, tidak perlu berdesak-desakan lagi karena bisa dilakukan dari jembatan jamarat berlantai lima dengan akses jalan masuk sepanjang 950 meter dengan luas 80 meter.

Tragedi yang terjadi pada 1990 yang merenggut lebih 1.400 jemaah termasuk sekitar 650 calon haji Indonesia saat saling berdesakan di terowongan Mina menuju jamarat diharapkan tidak terulang kembali dengan rampungnya pembangunan jembatan jemarat berlantai lima.

Jembatan jamarat dapat diakses melalui tiga terowongan, 11 jalan masuk dan dua belas jalan keluar (searah) dan dilengkapi dengan mesin-mesin pendingin (AC) raksasa untuk mempertahankan udara agar tidak lebih dari 29 derajat Celcius.

Bahkan melontar jamrah dari tingkat lima, cukup lengang, padahal ratusan ribu calon jemaah haji sedang melontar jamrah di empat jembatan di lantai-lantai di bawahnya. Sekitar tiga juta jemaah haji yang datang secara bergelombang antara 10 sampai 13 Zulhijah seolah-olah tertelan luasnya jembatan dan jalan akses keluar maupun masuk menuju jembatan jamarat.

Aliran arus jemaah dengan tertib melenggang, masuk-keluar jembatan jamarat di lantai satu sampai lantai lima melalui jalan-jalan akses yang lega ke masing-masing lantai. Jembatan jamarat didisain agar bisa dikembangkan lagi sampai 12 lantai untuk menampung sekaligus lima juta jemaah yang akan mengikuti ritus melontar jamrah dan dilengkapi dengan menara helipad. Jembatan jamarat juga dilengkapi lift, escalator dan tangga-tangga darurat.

Sementara kawasan Mina seluas 650 hektare yang digunakan sebagai lokasi perkemahan jemaah juga terus dibangun dan dikembangkan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah. Nantinya sebagian jemaah tidak perlu menginap di tenda-tenda lagi jika pembangunan ratusan menara apartemen berlantai 12 yang mampu menampung satu juta jemaah rampung, menambah enam menara berkapasitas 20.000 jemaah yang saat ini sudah siap huni.

Mengenai akses jalan dari Mekah menuju Mina saat ini telah tersedia 25 terowongan,41 jembatan dan jembatan layang dengan panjang 70Km. Kawasan Mina dan Mekah saat ini sudah tidak berjarak (saling berdampingan) akibat pesatnya pembangunan di kedua kawasan.

Bila jemaah sakit, tersedia tiga rumah sakit besar di kawasan Mina, belum termasuk posko-posko kesehatan yang dibangun oleh negara yang banyak mengirimkan jemaah seperti Indonesia dengan balai-balai pengobatan haji (BPHI).

Delapan rumah jagal berkemampuan l,5 juta hewan, juga disediakan di Mina untuk memenuhi hewan kurban atau pembayaran denda pelanggaran ibadah haji (dam). (Nanang Sunarto)

Read Full Post »

Bicara masalah ongkos haji jemaah calon haji Indonesia yang katanya “mahal sekali”, ternyata ada lho yang lebih mahal. Ya, justru biaya haji untuk orang di Arab sendiri secara perhitungan matematika jauh lebih tinggi dari biaya haji di negeri kita (padahal tidak naik pesawat pp dan bea angkut dari daerah, baya selama di embarkasi, paspor dll).

Naah, alih-alih kita mengomentari tingginya (baca: naiknya) BPIH (Biaya Perjalan Haji Indonesia dari tahun ke tahun, mendingan kita simak tulisan dibawah ini, dan bersabarlah bila biaya haji tahun depan disesuaikan lagi. semoga bermanfaat bagi kita semua.

__________________________________________

Bukan hanya warga Indonesia yang harus menungg lama untuk berhaji, warga arab juga demikian. Mereka yang sudah berhaji harus menunggu paling tidak lima tahun untuk bisa berhaji lagi. Membayarnya pun mahal. Jauh lebih mahal dibanding warga Indonesia. Saking mahalnya, tahun ini banyak warga Arab yang mengurungkan niatnya menunaikan ibadah haji.

Belakangan ini, muslim Indonesia harus menunggu antrian sampai empat tahun untuk berhaji. Itu lantaran kuota yang disediakan oleh pemerintah Saudi terbatas. Tahun ini hanya mendapat jatah 210.000. Di daerah-daerah tertentu ada yang antriannya hanya dua sampai tiga tahun. “Jadi masih lebih baik kita dibanding warga Arab,” kata Amirul Haj Indonesia Bahrul Hayat di Jeddah kemarin malam.

Jemaah haji Indonesia harus membayar biaya penyelenggaraan sekitar Rp 34 juta. Biaya itu antara lain untuk tiket pesawat, angkutan lokal, makan, dan pemondokan. Sedangkan yang dibayarkan kepada pemerintah Arab Saudi melalui rusum (biaya pelayanan umum) hanya SR 1.029 (sekitar Rp 2,5 juta).

Seperti dilansir Arab News kemarin, warga Arab yang ingin berhaji harus membayar kepada pemerintah SR 10.000 (sekitar 25 juta). Karena besarnya biaya itu banyak warga Arab yang mengurungkan niatnya untuk berhaji.

Penurunan itu mencapai 40 persen. Dia mendesak pemerintah Arab Saudi menurunkan biaya haji itu hingga SR 1.500-3.900 untuk berbagai katagore.
Lesunya minat warga lokal berhaji memusingkan biro-biro perjalanan yang biaya menangani jemaah haji lokal. Saleh Al-Zufairi, pemilik biro perjalanan Al Zufairi mengak, tahun ini hanya mendapat 20 orang yang berhaji lewat perusahannya. Padahal, tahun lalu biro perjalanan yang berpusat di Dammam itu mendapat 200 orang. Memang bukan sekedar karena biaya tinggi. Faktor lainnya adalah flu babi yang sedang menghantui warga Arab.

Pemerintah Saudi memang sengaja membatasi warganya untuk berhaji demi memberi kesempatan kepada ummat Islam negara-negara lain. Pembatasan dilakukan karena sempitnya tempat prosesi haji, baik di Masjidil Haram maupun Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina). Sekarang hanya bisa menampung 3 juta umat Muslim.

Ummat muslim Indonesia, k ata Bahrul Hayat, masih mendapat kesempatan lebih dibanding negara-negara lain. Meskipun banyak pihak menilai biaya penyelenggaran haji Indonesia terlalu mahal, ongkos itu masih lebih murah dibanding negara-negara lain. “Bibanding negara tetangga Malaysia, kita masih lebih murah,” kata Bahrul yang didampingi Dirjen Haji Slamet Riyanto.

Bahrul tak tahu berapa ongkos naik haji Malaysia. Tetapi, untuk membayar biaya pondokan saja sekitar SR 3.900-4.000. Sementara itu jemaah haji Indonesia hanya membayar SR 2.500. Itu pun masih banyak yang protes. Anggota Komisi 8 DPR yang sekarang memantau kegiatan haji di Saudi menilai Departemen Agama kurang serius dalam menyelenggarakan haji.

Sebagai amirul haj, Bahrul akan berdialog dengan jemaah haji dari pondokan ke pondokan sekaligus memantau fasilitas yang mereka peroleh. Apa yang didapatkan nanti akan dipergunakan untuk memperbaiki pelaksanaan tahun berikutnya.(baehaqi, Depag.go.id)

Read Full Post »

Operasi wajah Masjidil Haram sudah mulai kelihatan hasilnya. Wajah rumah Allah itu sudah bisa dilihat dari jalan raya. Pasar Seng yang dulu menutup kecantikan masjid, kini sudah tak ada bekasnya. Areal perluasan yang sudah kosong itu kira-kira tiga kali lipat dari halaman aslinya.

Operasi tahap pertama di sebelah timur masjid itu boleh dikatakan selesai total. Kini yang masih terus dilakukan adalah menghancurkan bangunan serta bukit di sebelah utara dan barat. Meskipun Masjidil Haram sudah dipenuhi sekitar 1,5 juta jemaa haji, pekerjaan tak terpengaruh. Truk-truk besar hilir mudik mengangkut bongkahan-bongkahan batu gunung yang dihancurkan.

Di sebelah barat nanti ada proyek superblock Jabal Umar. Proyek ini akan menyatu dengan proyek Jabal Khandama di sebelahnya.Sebagaimana juga proyek Jabal Omar, superblock Jabal Khandama akan berupa bangunan-bangunan apartemen pencakar langit, hotel bintang lima, dan mal.

Istana raja yang ada di Jabal Kubis tampaknya dipertahankan. Bangunan yang relatif baru itu sudah menempl di Msjdil Haram. Istana ini dipergunakan dipergunakan keluarga kerajaan bila ingin ke Masjidil Haram.

Di sebelah utara masjid ada sekitar seribu rumah dan hotel yang dirobohkan. Lokasi ini meilputi wilayah Jabal Syamiya. Untuk memindahkan mereka, pemerintah Arab Saudi mengeluarkan biaya tak kurang dari SR 6 miliar (sekitar 16 triliun). Pemilik bangunan harus menerima keputusan tanpa syarat. Di situ sudah tidak ada satu pun bangunan yang berdiri.

Sebagai perluasan Masjidil Haram tanah bekas bangunan itu harus dikeruk hingga sejajar dengan masjid. Bahkan, harus digali hingga beberapa lantai untuk memancangkan tiang. Pekerjaan inilah yang membutuhkan waktu paling lama. Sudah setahun ini belum juga kelar. Penggusuran rumahnya sendiri hanya memakan waktu beberapa bulan. Tentu dengan peralatan yang serba canggih. Hotel-hotel besar dihancurkan dengan dinamit.

Yang membutuhkan waktu lama justru pengerukan tanahnya. Itulah bukit batu yang sangat keras. Nyaris seluruh bangunan semula berdiri di atas sebuah batu besar. Kini batu itu harus disingkirkan. Untuk menghancurkannya tidak cukup menggunakan satu dua dinamit. Sebelum jemaah haji datang, hampir setiap hari terdengar ledakan-ledakan bom. Sekarang ledakan itu sudah berhenti. Yang dilakukan tinggal menyingkirkan bongkahan batu-batu besar tersebut.

Membuang batu-batu tersebut juga tidak mudah. Bukan hanya Jabal Khandama dan Jabal Umar di sekita Masjidil Haram yang dihancurkan. Bukit-bikit lainnya pun dipotong untuk rumah-rumah flat baru. Sementara itu, kota Makkah sudah tidak ada lagi tanah datar. Maka bongkahan-bongkahan gunung harus diangkut ke luar kota. Material itu dibuang ke celah-celah bukit.
Hiruk pikuk alat-alat berat tak mengganggu jemaah yang sedang beribadah di Masjidil Haram. Pelaksana proyek sekarang lebih pintar. Setiap kali dilakukan pengerukan selalu disertai penyemprotan dengan air. Sehingga debu tak lagi beterbangan ke masjid.

Jabal Umar di sebelah barat daya Masjidil Haram juga tak luput dari penghancuran. Upaya ini diharapkan bisa menghasilkan ntanah datar 23 hektar. Di sini kelak dibangun superblok terpadu: rumah tingal, pusat perbelanjaan, dan hotel. Proyeknya akan menyatu dengan perluasan Masjidil Haram. Di situ akan disediakan ruang terbuka yang bisa dipakai salat untuk 200 ribu jemaah mengikuti imam di depan kabah.

Sekarang sebagian bangunan di Jabal Umar sudah dihancurkan. Sebagian masih berdiri, namun tidak berpenghuni lagi. Pembebasan tanahnya sudah dilakukan sejak setahun lampau. Kira-kira tahun depan seluruhnya bisa beres.Sehingga operasi wajah tahap pertama Masjidil Haram selesai.

Proyek-proyek tersebut bukan hanya menggusur rumah-rumah dan hotel. Pasar Seng yang menjadi tempat vaforit belanja jemaah Indonesa kini tak ada bekasnya.Gantinya, toko-toko yang ada di belakang Pasar Seng dan sepanjang jalan yang mengelilingi Masjidil Haram. Jemaah haji sudah mendapatkan alternatif baru berbelanja.

Para mukimin yang dulu menjajakan dagangannya di sekitar Pasar Seng sudah tergusur. Memang masih ada yang mengais rezeki di pinggir-pinggir areal perluasan masjid. Tetapi jumlahnya tidak banyak. Aparat keamanan setempat sering mengusir mereka. Beberapa hari lalu pun dilakukan razia.

Pemerintah Arab Saudi tidak ingin jemaah haji tertipu. Razia bukan hanya dilakukan terhadap pedagang kaki lima. Toko-toko milik warga Arab tak luput dari pemeriksaan. Banyak minuman, air zam-zam palsu, pakaian, souvenir yang disita.

Penggusuran sekitar Masjidil Haram itu menimbulkan peluang baru bagi warga Arab dan mukimin. Jiwa-jiwa dagang bangkit. Di sekitar pondokan banyak bermunculan tok-toko baru. Di situ jemaah bisa mendapatkan aneka tasbih, surban, sajadah, kurma, dan oleh-oleh khas Arab lainnya.(baehaqi)

Read Full Post »

Kegiatan ibadah apa pun yang dilaksanakan di Tanah Suci terasa nikmat. Banyak jamaah haji yang mengalami pengalaman rohani yang mengesankan tiada tara selama di Tanah Suci. Itulah sebabnya, mengapa banyak orang yang sudah berhaji selalu rindu untuk kembali melihat Ka’bah.

Untuk bisa menghayati ibadah haji, persiapan jamaah harus matang. Selain soal fisik, makan, pakaian, bekal, penginapan, dan lain-lain, persiapan ibadah juga harus mantap. Banyak pembimbing haji ketika di Tanah Air meninabobokkan jamaah dengan kata-kata ‘Bapak Ibu, kalau tidak hafal doa-doa jangan khawatir. Nanti di sana dibimbing, tinggal mengikuti saja.” Pesan-pesan seperti ini sering membuai jamaah. Akibatnya banyak yang berangkat hanya dengan bekal mengandalkan pembimbing.

Pada kenyataannya pembimbing haji tak selalu bisa jadi andalan di lapangan. Banyak kegiatan yang akhirnya dilakukan secara mandiri oleh jamaah haji. Saat tawaf misalnya, sulit untuk tetap berjalan dengan rombongan besar. Dengan kelompok kecil 10 orang saja, sudah hampir pasti bercerai–berarti di tengah kerumunan ratusan ribu orang. Jika jamaah tak menyiapkan diri, akan kebingungan menyelesaikan ibadah. Banyak terjadi jamaah yang terlepas dari rombongan saat tawaf akhirnya pulang ke penginapan sebelum menyelesaikan sa’i. Ada juga yang selesai sa’i sudah pulang sebelum tahalul.

Kalaupun masih bisa tetap bersama pembimbing, biasanya hanya pada saat tawaf qudum atau tawaf  ifadah saja. Setelah itu biasanya jamaah sudah harus berjalan sendiri-sendiri. Jamaah yang menyiapkan diri dengan pengetahuan ibadah akan lebih mungkin bisa menikmati berhaji. Mandiri, tak tergantung pembimbing, tak tergantung rombongan. Jika saat tawaf terlepas dari rombongan, bisa tetap melanjutkan ibadah sendiri. Bahkan dengan sendiri atau kelompok kecil, ibadah akan terasa lebih khusyuk. Tawaf dengan rombongan besar akan cenderung mengganggu jamaah lainnya. Apalagi jamaah Indonesia akan bertemu dengan jamaah dari Turki, Afrika, atau Iran yang juga sering dalam rombongan besar. Jika rombongan ditabrak oleh jamaah Turki yang berbadan besar-besar sudah pasti kocar-kacir.

Karena itu sebaiknya sejak dari Tanah Suci jamaah sudah menyiapkan diri untuk bisa melaksanakan semua ritual haji sendiri. Paling tidak tak terlalu menggantungkan diri pada pembimbing. Pelajari sampai paham benar tata cara pelaksanaan ibadah haji. Hafalkan doa-doa. Kalau tak bisa doa yang panjang-panjang, yang pendek-pendek juga boleh. Usahakan doa itu hafal di luar kepala sehingga saat tawaf atau sai tidak perlu membuka catatan. Dalam kerumunan ratusan ribu orang, berdesak-desakan dan panas, membaca catatan sambil berjalan akan tidak nyaman. Departemen Agama menyediakan buku doa kecil tebal dengan gantungan di leher. Di lapangan menggunakannya tak juga praktis. Sering kali tali itu tertarik atau menjerat jamaah lain sehingga mengganggu.

Setiap waktu luang bisa digunakan untuk memantapkan tata cara dan doa-doa haji. Di asrama, di atas pesawat, di bandara, di bus gunakan waktu untuk membuka buku-buku panduan haji. Bahkan saat-saat menjengkelkan seperti ketika pesawat terlambat, bus belum datang, menunggu pemeriksaan, lebih baik digunakan untuk menghafal doa daripada menggerutu dan menyesali keadaan. Departemen Agama menyediakan buku-buku panduan haji yang lengkap. Selain itu jamaah bisa membeli buku-buku panduan haji yang banyak dijual di toko-toko haji. Selain panduan ibadah, berguna juga bila jamaah membaca-baca buku tentang Makkah, Madinah, dan tempat-tempat penting di Tanah Suci.

Selain tawaf dan sai, ziarah ke makan Rasul, ke Raudhah, dan melempar jumrah bisa dilakukan tanpa harus menunggu pembimbing. Kalaupun dilakukan berkelompok, buat kecil saja. Kini banyak jamaah yang berangkat dengan sebutan haji mandiri. Mereka ini berangkat ke Tanah Suci dengan tidak bergabung pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Dari tahun ke tahun jumlah haji mandiri mengalami peningkatan.

Jamaah haji mandiri umumnya lebih percaya diri walaupun tanpa pembimbing khusus KBIH. Mereka mengurus sendiri urusannya, tidak tergantung pada orang lain. Selain lebih nyaman, karena bisa menentukan sendiri apa yang dimaui, mereka juga tak dibebani pungutan macam-macam dari KBIH.n

Tips nyaman beribadah:
– Jangan tergantung pembimbing
– Mantapkan tata cara berhaji
– Hafalkan doa-doa
– Buat kelompok kecil

sumber: http://www.republika.co.id

Read Full Post »

Older Posts »