Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘resiko bila paspor haji hilang’

Ini adalah salah satu pengalaman pahit yang dapat terjadi saat Anda berhaji, pada setiap tahunnya hampir selalu ada dan menimpa jemaah haji Indonesia. Paspor Hilang saat jadwal kepulangan tiba di hadapan Anda. Untuk itu perhatikanlah beberapa Tips agar Anda tidak mengalaminya.

1. Simpanlah selalu surat-surat penting Anda, khususnya Paspor di dalam tas kecil yang selalu Anda bawa saat di Tanah Suci.

2. Pastikan untuk memasukkannya kembali kedalam tas tersebut, apabila Anda mengeluarkannya karena suatu kebutuhan.

3. Jangan sekali-kali menitipkan Paspor Anda kepada siapapun, termasuk teman dekat ataupun keluarga (bila keluarga Anda sakit di tanah suci sementara jadwal kepulangan Anda telah menanti, ini tentu akan merepotkan)

4. Jangan sekali-kali mengeluarkan Paspor tanpa sebab yang penting, misalnya sekedar melihat-lihat atau semisalnya.

5. Pisahkan/khususkan tempat Paspor, jangan sampai dicampur dengan dompet atau disimpan bersama uang Anda, walaupun dalam tas kecil khusus yang Anda miliki, karena kemungkinan jatuh saat mengambil uang sangatlah besar.

6. Jangan simpan tas Anda yang berisi Paspor sembarangan, misalnya di tempat wudlu, wc, meja makan di restouran, kursi bis saat menuju bandara, atau selainnya, pastikan tas selalu tergantung di tubuh Anda. Ini lebih membuat Anda aman dari kemungkinan tertunda pulang sesuai jadwal.

7.Segera masukkan Paspor Anda ke dalam tas Anda sesaat setelah Paspor Anda terima. Jangan biarkan Paspor tetap ditangan, karena bisa jadi Anda lupa kemudian.

8. Mohonlah selalu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar seluruh perjalanan haji Anda lancar dari awal keberangkatan hingga tiba kembali di Tanah Suci.

********************************

Paspor Hilang Pasutri Tertahan Di Jeddah

Berikut salah satu kisahnya yang terjadi pada tahun ini,  haji 1431H,semoga menjadi peringatan untuk kita semua. Semoga Anda menjadi haji yang Mabrur.

Pasangan suami isteri Mursyid bin Mohari (63) dan Mustamiroh binti Taslim (56) asal Pancur Mayong Kabupaten Jepara wajahnya nampak berbinar-binar saat menginjakkan kakinya di bandara Adisumarmo Solo Ahad (13/12) pukul 06.50 bersama jamaah haji kloter 31 asal Purbalingga

Pasalnya kedua jamaah haji yang semula tergabung kloter 29 harus tertahan di bandara King Abdul Aziz Jeddah dan tidak bisa pulang bersama kloternya lantaran Mustamiroh tidak dapat menunjukkan paspornya kepada petugas haji saat memasuki bandara Jeddah.

Petani asal Jepara ini tentu saja sangat bingung saat mengetahui dirinya tidak diperbolehkan pulang bersama teman-temannya satu daerah. Untungnya sang suami juga masih setia menemani dan tidak ikut pulang mendahului. Mengingat jam keberangkatan kloter 29 sudah mepet sehingga petugas kloter menyerahkan keduanya kepada petugas haji Indonesia yang bertugas di Jeddah untuk dibantu proses kepulangannya

Menurut TKHI Kloter 29 Tri Mukain, sebenarnya paspor sudah dibagikan kepada seluruh jamaah haji di bus saat dalam perjalanan dari pemondokkan di Jeddah menuju bandara. Hanya saja, saat itu Mustamiroh dalam kondisi mutah-mutah akibat masuk angin. “Kemungkinan karena tidak segera dimasukkan dalam tas dokumen, paspornya jatuh di bus,” jelas Tri kepada Humas PPIH Solo

Rupanya nasib baik masih ada dipihaknya, lantaran paspornya ditemukan crew bus ketika perjalanan kembali ke pemondokan dan diserahkan kepada petugas haji asal Indonesia di sektor bandara Jeddah, namun pesawat kloter 29 keburu sudah terbang ke Indonesia sehingga kepulangannya diikutkan kloter 31.

Hingga kloter 32 asal Purbalingga dan Kota Surakarta yang tiba pukul 11.29 WIB, jamaah haji yang sudah kembali melalui bandara Solo sebanyak 12.102 orang, sedangkan yang wafat sebanyak 49 orang termasuk dua orang dari kloter 31 dan 32, yaitu Mucharji Achmad bin Moch Thoyib (71) asal Metenggeng Bojongsari Purbalingga dan Atmini binti Basrowi (64) asal Gumiwang Kejobong Purbalingga.(Achmad Suaidi)

*********************************

Hilang Paspor, Sofyan Tertunda Kepulangannya

Sofyan Efendi Hasibuan,dari kloter 15 Medan, kepulangannya ke Indonesia dari Madinah tertunda, karena paspornya hilang di bandara Amir Muhammad Abdul aziz Madinah.

Sofyan Efendi Hasibuan seharusnya berangkat, Minggu (20/12) dini hari, pukul 2.35 waktu Arab Saudi ke Indonesia bersama istrinya Eliana Natra Lubis, dengan kloter 15 embarkasi Medan, karena paspornya hilang, terpaksa kepeulangannya ditunda ke tanah air.

Saat ditemui di ruang pelayanan kedatangan dan pemulangan jemaah haji Daker Madinah, Sofyan mengaku, baru tahu paspornya tidak ada, ketika akan dilakukan pemeriksaan imigrasi Bandara Madina. “Saya tidak tahu ke mana paspor saya, sementara istri saya sudah berangkat dengan Kloter 15 MES, katanya sudah sampai di Polonia Medan.”

Pegawai Dinas Pendapatan Pemerintah Kota Medan ini, baru akan diberangkatkan dari Madinah Senin (21/12, sekitar pukul 13.55 waktu Arab Saudi, dengan kloter 16 Medan. Sofyan Efendi Hasibuan, tinggal di jalan Prof. H. Muhammad Yamin Gang Klamer No. 3 Medan.

Jemaah haji yang kehilangan paspor, sudah empat orang, tiga di antaranya sudah pulang ke tanah air, setelah dbuatkan surat laksana paspor sebagai paspor sementara. Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Pemulangan Haji Daker madinah Nurchalis mengatakan, proses pengurusan paspor yang hilang di Arab Saudi, tidak, terlalu lama, sehinggga jemaah dapat segera dipulangkan ke tanah air.

“Karena di sini ada petugas imigrasi, kemarin juga ada yang kehilangan, tetapi setengah jam paspornya sudah selesai, akhirnya ia tetap dapat berangkat dengan rombongan di kloternya,” ujar Nurchalis.

Minggu (20/12) ini, ada 10 kloter akan diberangkatkan ke Indonesia melalui Bandara Madinah. Sementara 5 kloter akan dievakuasi ke Jeddah, karena pemulangannya lewat bandara King Abdul Aziz Jeddah.(Rahman Rifai}

Read Full Post »