Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘sweeping barang bawaan di bandara’

Pada tahap pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah dan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, selalu diwarnai dengan kelebihan barang bawaan jemaah.

Untuk mengatasi persoalan ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi dan pihak penerbangan Garuda maupun Saudia tak henti-hentinya memberikan sosialisasi kepada jemaah haji, tentang ketentuan barang bawaan ini. “Bahkan saat penimbangan barang di pondokan, 3 hari menjelang kepulangan ke Tanah air, petugas kita menyampaikan lagi ketentuan tentang barang bawaan ini,” kata Kadaker Madinah Cepi Supriatna kepada MCH, Ahad (20/12).

Menurut Cepi, sejak di Tanah Air, saat jemaah mengikuti manasik haji, petugas Depag juga menyampaikan ketentuan soal barang bawaan ini. “Selebaran dan pengumuman juga kita pasang di pondokan-pondokan jemaah, agar mereka tertib terhadap barang bawaan saat pulang,” ujarnya.

Cepi membenarkan, jika di banding tahun lalu, kesadaran jemaah terhadap tertib barang bawaan pada tahun ini, semakin baik. “Sampai saat ini, kesadaran jemaah untuk tertib barang bawaan, memang jauh lebih baik dari tahun lalu. Kita berharap, kondisi ini, berlangsung terus sampai akhir phase pemulangan jemaah haji,” kata Cepi.

Sementara itu, Duty Manajer Garuda di Madinah Bambang Suwito Adji ketika dihubungi MCH membenarkan, tingkat kesadaran jemaah haji untuk tertib barang bawaan, tahun ini jauh lebih baik dari tahun lalu. “Petugas sweeping kita di Bandara, tak serepot dulu. Sekarang ini, kelebihan barang bawaan, yang banyak mereka membawa tas tentengan lebih dari satu,” jelasnya.

Ketentuan barang bawaan penerbangan haji, kata Bambang, setiap jemaah berhak membawa 1 koper pemberian maskapai penerbangan yang dapat diisi maksimal 32 kg, dan satu tas tentengan dengan berat maksimal 7 kg. “Jemaah juga tidak diperkenankan membawa benda cair dalam tas tentengan,” ucapnya. (ts) Depag.go.id

Advertisements

Read Full Post »